Tingkatkan Ketahanan Pangan, KKN Unram Dorong Pemanfaatan Benih Padi Varietas Unggul di Desa Kebon Ayu

MandalikaPost.com
Senin, Januari 15, 2024 | 12.31 WIB
Tingkatkan Ketahanan Pangan, KKN Unram Dorong Pemanfaatan Benih Padi Varietas Unggul di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.

MANDALIKAPOST.com - Kelompok Mahasiswa KKN Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram) melaksanakan penyuluhan pertanian dengan memperkenalkan padi varietas unggul dan bermutu untuk meningkatkan ketahanan pangan, di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, NTB.


Kegiatan penyuluhan Kelompok KKN Desa Kebon Ayu dalam upaya mendukung ketahangan pangan dan meningkatkan produktifitas sektor pertanian itu digelar bersama Kelompok Tani Kelapa Gading, Rabu 10 Januari 2024, di rumah Ketua Poktan setempat.


Penyuluhan dihadiri peserta seluruh Ketua Kelompok Tani, Pekasih dan anggota kelompok tani Kelapa Gading yang ada di Desa Kebon Ayu. Di samping itu tidak lupa hadir PPL pertanian Kebon Ayu.


Materi penyuluhan diberikan oleh para Dosen Fakultas Pertanian Unram antara lain Prof. Dr.Ir. I gusti Putu Muliarta Aryana,MP., Prof. Dr. Ir. I wayan Sudika, MS., Ir. Wayan Wangiyana, M.Sc.( Hons)., Ph.D., Dr. Ni Wayan Sri Suliartini, sebagai narasumber pertama. Sedangkan narasumber kedua hadir Area Manager PT. Saprotan Utama, Mohammad Ali dan Agronomis PT Saprotan Utama, Lalu Abdul Rahman.


Kepala Desa Kebon Ayu, Jumarsa mengatakan Desa kebon Ayu memiliki potensi sangat baik. Desa ini di karuniai bentang alam indah dan hasil pertanian melimpah. 


"Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani dengan padi sebagai hasil pertanian yang utama," katanya.


Jumarsa mengapresiasi kegiatan KKN PMD Unram di desa itu, agar bisa meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya untuk inovasi bagi para petani yang ada.


"Kegiatan penyuluhan pertanian ini setidaknya membuat masyarakat untuk berani mengubah pola pikir petani dalam penggunaan teknologi, inovasi dan pengetahuan modern dalam bertani sehingga hasil yang di inginkan dapat tercapai secara optimal," kata Jumarsa.




Ketua KKN PMD Unram Kebon Ayu, Lalu Muhamad Gazali mengatakan, kegiatan penyuluhan pertanian ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman terkait inovasi di sektor pertanian. Selain itu, juga memperkenalkan  padi varietes unggul sebagai bibit yang memiliki nilai ekonomi tinggi, ketahanan yang luar biasa serta beragam manfaat. 


"Kegiatan ini juga di harapkan mampu meningkatkan kreatifitas dan penggunaaan teknologi sehingga produktifitas sektor pertanian di Desa Kebon Ayu meningkat. Disamping itu dengan adanya penyuluhan ini petani menyampaikan semua permalahannya dan memperoleh solusi atas permasalahannya tersebut," kata Lalu.


Dalam pemaparannya, Prof. Dr.Ir. I gusti Putu Muliarta Aryana, mengatakan penggunaan benih padi varietas unggul saat ini memang masih berat bagi petani lantaran harga yang relatif mahal. Hal ini juga selaras dengan keluh kesah petani di Desa Kebon Ayu yakni mengenai penggunaan varietes dan unggul yang masih minim digunakan oleh masyarakat karena harganya yang relatif mahal. 


Prof Muliarta menjelaskan, padi saat ini memiliki kualitas yang berbeda dibandingkan tipe padi yang lalu, maupun yang akan datang. Padi yang akan datang memiliki bulir permalai lebih banyak, anakan sedikit, kuat dan produktif serta produksi (DH) tinggi. Sehingga lebih tahan terhadap kondisi lingkungan perubahan iklim dan tentunya mampu mengatasi ketahanan pangan.


”Petani Desa Kebon Ayu juga bisa mencoba varietes unggul yakni beras merah dan beras hitam untuk ditanam karena memiliki beragam keunggulan seperti mencegah berbagai macam penyakit, mengurangi pengaruh penuaan serta harganya mencapai 2-3 kali dari harga beras pada umumnya," kata Prof Muliarta.


Sementara itu, Dr. Ir. Wayan Wangiyana, M.Sc., memaparkan, pertanian juga bisa dilakukan dengan lebih sederhana tanpa melibatkan banyak biaya tergantung kreatifitas dalam mengelola lahan pertanian.


"Dan petani harus berani jika biaya dalam malakukan pertanian cukup tinggi," katanya.


Menurut dia, pertanian padi menjadi menjadi sektor yang krusial dalam menjaga ketahanan pangan di indonesia khususnya NTB. 


"Desa Kebon Ayu harus mampu menjawab tantangan itu di tengah petani muda yang makin menurun minatnya, kombinasi iptek modern dan traditional menjadi hal yang harus di coba demi mencapai hasil produktifitas padi secara optimal," paparnya.


Sedangkan Area Manager PT. Saprotan Utama, Mohammad Ali menekankan tentang efisiensi penggunaan pupuk terutama pupuk kimia dalam bertani hal ini penting demi menjaga nutrisi tumbuhan stabil sesuai kebutuhan tumbuhan. 


Penggunaan bahan kimia memang di desain dengan teknologi dan perizinan yang ketat sehingga penggunanaan bahan kimia seperti pupuk dan pestisida dapat memabantu petani dalam mengelola lahan pertaniannya. Penggunaan bahan kimia tersebut membantu menjaga tanamannya dari gulma, siput dan ulat. 


"Petani harus tetap ingat dalam penggunaan bahan kimia harus sesuai standar dan kadar yang sudah ditetapkan," ujarnya.


Kegiatan penyuluhan ini sangat di respons positif oleh oara petani.


PPL Desa Kebon Ayu, Ariman mengatakan, penyuluhan ini menjadi ajang akademisi, pengusaha dan pemerintah untuk bersama sama saling bahu membahu dalam meningkatkan produktifitas pertanian melalui inovasi dan kreatifitas pertanian demi menjaga ketahanan pangan di tengah gerusan pembangunan. 


Reporter : Agung Putri


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tingkatkan Ketahanan Pangan, KKN Unram Dorong Pemanfaatan Benih Padi Varietas Unggul di Desa Kebon Ayu

Trending Now