Komunitas Akarpohon Gelar Majelis Buku Tipis, Delapan Penulis Bicarakan Proses Kreatif

Ariyati Astini
Minggu, Februari 18, 2024 | 20.16 WIB

 

Para penulis yang membicarakan bukunya di Majelis Buku Tipis Komunitas Akarpohon, Gilang Sakti Ramadhan, Chaidir Amry, M. Allan Hanafi, dan Rony Fernandez (berdiri, dari kiri ke kanan). Serta, Tara Febriani Khaerunnisa, Bunga D. Prasasti, Bulan Nurguna, dan Abed Ilyas (duduk, dari kiri ke kanan).






MANDALIKAPOST.com-Komunitas Akarpohon Mataram menggelar Majelis Buku Tipis di Segara Space, Kota Mataram pada Jumat, 16 Februari 2024 dan Sabtu 17 Februari 2024. Delapan penulis membahas proses kreatif buku mereka yang diterbikan dengan konsep buku tipis dalam program tahunan Komunitas Akarpohon ini.


Pendiri Komunitas Akarpohon, Kiki Sulistyo menyampaikan, Majelis Buku Tipis mulai dikerjakan pada 2024, sekaligus sebagai tanda usia 15 tahun komunitas ini. Gagasan dasarnya berangkat dari pikiran perihal karya-karya yang kuantitasnya terbatas, tapi dengan kualitas yang cukup pantas. Karya-karya tersebut berasal dari generasi terkini maupun generasi sebelumnya. Semuanya mesti mendapat tempat, semuanya perlu dibukukan. 


“Karena kuantitas yang terbatas, kami mengambil model Extended Play (EP) dari industri musik. Frasa ‘buku tipis’ serupa dengan rekaman EP atau sering juga disebut sebagai mini album. Model ini kami anggap solusi tepat untuk penerbitan karya-karya penulis generasi terkini di Lombok, maupun karya-karya generasi sebelumnya yang telah tersiar —atau tercecer— di berbagai publikasi lepas, yang kuantitasnya terbatas,” jelas Kiki Sulistyo.


Edisi perdana Majelis Buku Tipis menerbitkan 8 (delapan) buku —terdiri atas 5 (lima) buku puisi yang masing-masing berisi 20 puisi, serta 3 (tiga) buku cerpen yang masing-masing berisi 5 cerpen.


Delapan buku tersebut, yakni buku puisi berjudul Menghabiskan Masa Kecil Bersama (Bukan) Manusia karya Bulan Nurguna; buku puisi Amerikano karya Gilang Sakti Ramadhan; buku puisi Impasto karya Abed Ilyas; buku puisi Musa yang Lain karya Chaidir Amry; buku cerpen Surat Api karya Tara Febriani Khaerunnisa; buku cerpen Api Masih Menyala karya Rony Fernandez; buku cerpen Bayangan Kelinci di Bulan karya Bunga D. Prasasti; dan buku puisi Supersonik karya M. Allan Hanafi. 


Sementara, untuk artwork sampul maupun kebutuhan foto, Komunitas Akarpohon melibatkan secara kolektif para perupa dan fotografer yang punya karir masing-masing. Semua buku tersebut diluncurkan dan dipercakapkan bersama-sama dalam suatu majelis yang diselenggarakan selama dua hari.


Di samping itu, edisi perdana ini juga menandai Akarpohon sebagai penerbit yang lebih independen, sebab tidak lagi menggunakan International Serial Book Number (ISBN) sebagai rujukan, dan lebih memilih menyusun sendiri katalog terbitan dengan kode yang sudah dirancang sebelumnya.


Sesi pertama Majelis Buku Tipis digelar Jumat, 16 Februari 2024 pada pukul 16.00-18.00 Wita. Menghadirkan pembicara Tara Febriani Khaerunnisa dan Chaidir Amry, yang dimoderatori oleh Putri Dian Rahma Maulidya. Sesi kedua, pada Jumat, 16 Februari 2024 pada pukul 20.00-22.00 Wita, menghadirkan pembicara Gilang Sakti Ramadhan dan Bunga D. Prasasti, dimoderatori oleh Stefanie Anggita Gracia.


Sesi ketiga Majelis Buku Tipis digelar Sabtu, 17 Februari 2024, pukul 16.00-18.00 Wita, menghadirkan pembicara Rony Fernandez dan M. Allan Hanafi, dimoderatori oleh Dinda Adhiba Tsoraya. Sesi keempat, Sabtu, 17 Februari 2024, pukul 20.00-22.00 Wita, menghadirkan Bulan Nurguna dan Abed Ilyas, dengan moderator Niken Mulya. 


Para pembicara menyampaikan bagaimana mereka berkenalan dengan karya sastra. Mereka juga membicarakan tentang penyusunan karya sastra mereka. Para pembicara juga membicarakan proses penerbitan buku masing-masing. Setiap sesi ditutup dengan pembacaan karya masing-masing penulis. Majelis Buku Tipis Komunitas Akarpohon ditutup dengan foto bersama para penulis.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Komunitas Akarpohon Gelar Majelis Buku Tipis, Delapan Penulis Bicarakan Proses Kreatif

Trending Now