Bupati Lombok Timur Genjot Digitalisasi Keuangan Daerah: Kunci Tekan Kebocoran dan Tingkatkan Akuntabilitas

Rosyidin S
Rabu, Oktober 08, 2025 | 11.03 WIB Last Updated 2025-10-08T03:03:51Z
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin saat sambutan dalam kegiatan Capsity Bulding bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi menuju Lombok Timur SMART, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) di bawah kepemimpinan Bupati H. Haerul Warisin akrab disapa H Iron berkomitmen penuh mendorong transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah.


Langkah ini diambil sebagai strategi utama untuk meningkatkan efisiensi, menekan potensi kebocoran anggaran, dan memperkuat akuntabilitas transaksi.


H. Iron mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat untuk mengoptimalkan penggunaan digitalisasi dalam setiap transaksi, menggantikan praktik transaksi tunai yang dinilai rentan terhadap penyimpangan.


Menurut Bupati, digitalisasi bukan hanya menawarkan efisiensi, tetapi secara fundamental mendukung transparansi dan akuntabilitas. Transaksi tunai, yang kerap menjadi sumber kebocoran, harus ditinggalkan.


"Penggunaan digitalisasi dalam melakukan transaksi akan sangat bermanfaat dalam mencegah terjadinya kebocoran," tegas Bupati H. Iron dalam kegiatan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Selong, Selasa kemarin (7/10).


"Dengan digitalisasi, ada efisiensi dan peningkatan transparansi," imbuhnya.


Bupati menambahkan bahwa transaksi nontunai merupakan langkah krusial dalam reformasi birokrasi dan peningkatan tata kelola keuangan daerah.


Menurut H. Iron digitalisasi tidak hanya memberikan efisiensi, namun juga mendukung akuntabilitas transaksi, terutama dalam mengurangi penggunaan transaksi tunai yang dinilai rentan menimbulkan penyimpangan.


Pemkab Lotim telah memulai penerapan sistem digital, khususnya dalam pengelolaan retribusi dan pajak daerah. Namun, Bupati mengakui bahwa implementasi sistem ini belum berjalan maksimal dan masih membutuhkan penguatan.


Untuk mengatasi tantangan ini, fokus utama Pemkab adalah peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendukung. 


"Mengurangi kebocoran menuju efisiensi dilakukan dengan meningkatkan capacity building," ujar Bupati.


"Kami terus meningkatkan kapasitas SDM untuk mendukung digitalisasi ini," tambahnya.


Keberhasilan transformasi digital ini sangat bergantung pada dukungan eksternal, terutama dari sektor perbankan. Kolaborasi ini dibutuhkan untuk memperkuat infrastruktur dan sistem digital yang diterapkan pemerintah daerah.


"Untuk mewujudkan semua itu, dukungan dan kolaborasi dari perbankan tetap diharapkan," katanya.


Selain itu, edukasi publik juga terus digencarkan. Pemkab Lombok Timur secara masif melakukan edukasi kepada seluruh OPD dan masyarakat agar transformasi digital dapat berjalan di seluruh sektor pelayanan publik.


"Edukasi telah dilakukan. Saat ini sejumlah pondok pesantren menggunakan sistem digital dalam bertransaksi. Begitu juga ketika Pemkab menyalurkan bantuan kepada masyarakat, sudah tidak lagi menggunakan uang tunai," papar Bupati, mencontohkan keberhasilan awal dari upaya edukasi tersebut.


Komitmen ini menegaskan bahwa Pemkab Lombok Timur serius mendorong transformasi digital sebagai bagian integral dari upaya reformasi birokrasi, demi mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang semakin transparan dan akuntabel.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bupati Lombok Timur Genjot Digitalisasi Keuangan Daerah: Kunci Tekan Kebocoran dan Tingkatkan Akuntabilitas

Trending Now