![]() |
| Periksa: Petugas Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas IIB NTB sedang memeriksa kendaraan roda empat sejenis Hiace, (Foto: Rosyidin MP). |
Kegiatan yang berlangsung di Rest Area Sembalun, Lombok Timur, pada 28-29 Desember ini menyasar bus angkutan penumpang umum sejenis Bus besar, Elf, Hiace dan sejenisnya khusus mengangkut para wisatawan yang sedang berlibur, guna memastikan kelaikan jalan armada yang melintasi jalur wisata pegunungan tersebut.
Penguji Kendaraan Bermotor BPTD Kelas II NTB, Altri Taufiqun Enji Oase, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi seperti STNK dan surat uji KIR, hingga kondisi teknis kendaraan.
"Kami mengecek secara langsung kondisi kendaraan, mulai dari sistem penerangan, sistem pengereman, hingga kelengkapan darurat seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan segitiga pengaman," ujar Altri di lokasi kegiatan.
Altri menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara, masih ditemukan armada yang belum tertib administrasi.
"Namun belum bisa kami sebutkan jumlahnya, karena datanya masih belum fik dan kegiatan masih berjalan, nanti ya kita sampaikan jumlahnya," tambahnya.
Pihak BPTD menekankan bahwa saat ini pengurusan uji KIR sudah tidak dipungut biaya (gratis), sehingga tidak ada alasan bagi pemilik travel atau penyedia jasa transportasi untuk tidak menguji kendaraannya.
Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Satlantas Polres Lombok Timur sebagai bagian dari rangkaian Operasi Lilin 2025.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Lombok Timur, Ipda Evi Dwi Puspa, menyatakan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama puncak liburan.
"Sasaran utama kami adalah bus atau mobil yang mengangkut penumpang dalam jumlah banyak. Tujuannya sudah jelas yakni mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang tidak kita harapkan, terutama di jalur wisata yang memiliki kerawanan tersendiri seperti Jalur Pusuk Sembalun," tegas Ipda Evi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Ipda Evi menyebutkan volume kendaraan menuju arah Sembalun hingga saat ini terpantau masih landai dan terkendali. Ia pun mengimbau masyarakat untuk ikut aktif dalam memantau keamanan transportasi yang mereka gunakan.
Selain melakukan penindakan, petugas juga mengedukasi masyarakat untuk menggunakan aplikasi Mitra Darat. Melalui aplikasi tersebut, calon penumpang bisa mengecek status kelaikan bus hanya dengan memasukkan nomor plat kendaraan.
"Harapan kami, masyarakat lebih terbuka melihat permasalahan ini. Untuk pihak travel, mohon siapkan armada dengan baik dan tertib administrasi, apalagi di masa Nataru di mana antusiasme warga untuk berlibur sangat tinggi," pungkas Altri.
Operasi serupa rencananya akan terus dilakukan secara rutin, termasuk di titik-titik wisata lainnya seperti Senggigi dan kawasan Mandalika, guna memastikan iklim pariwisata di Nusa Tenggara Barat tetap aman, nyaman, dan selamat.

