![]() |
| Sosok: H. Haerul Warisin (Iron), Bupati Lombok Timur, (Foto: Rosyidin/MP). |
Kedatangan orang nomor satu di Lombok Timur ini bukan untuk menegur, melainkan memberikan apresiasi tinggi atas capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menyentuh angka 99,5 persen.
Dalam kunjungannya, Bupati Iron sapaan akrabnya menyampaikan rasa bangganya terhadap kinerja seluruh jajaran Dispenda yang dinilai telah bekerja dengan sepenuh hati.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, Bupati Iron menepati janjinya untuk memberangkatkan pegawai terbaik beribadah umrah ke Tanah Suci.
"Saya apresiasi dan bangga dengan mereka semua. Sudah bekerja keras, bekerja dengan baik, dan bekerja dengan penuh hati sehingga Alhamdulillah PAD kita mencapai 99,5 persen," ujar Bupati di hadapan awak media.
Bupati menjelaskan bahwa janji tersebut merupakan motivasi yang ia sampaikan sebelumnya untuk memacu kinerja pegawai. Berdasarkan rekomendasi dari Kepala Dinas, Sekretaris, dan para Kepala Bidang, terpilih dua orang pegawai yang dinilai paling berdedikasi.
"Sesuai janji saya, ada dua orang yang dikatakan bagus kinerjanya, maka hari ini langsung saya akan umrahkan. Ini sebagai tanda bahwa mereka mampu mempertahankan pekerjaan dengan baik dan mencapai apa yang kita harapkan," tegasnya.
Meski memberikan apresiasi, Bupati mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan bahwa angka 99,5 persen tersebut masih bisa ditingkatkan hingga melampaui target 100 persen, mengingat masih adanya potensi pajak yang belum tergarap maksimal.
Ia menyoroti sektor restoran dan penginapan yang tersebar di berbagai titik yang belum sepenuhnya terdata atau dikunjungi oleh petugas penagih pajak.
"Kita terima kasih pada mereka, tapi bukan berarti kita puas. Kita akan puas ketika bisa mencapai di atas 100 persen. Masih banyak wajib pajak yang belum dikunjungi, ada restoran dan penginapan di kiri-kanan yang belum ditarik kewajibannya," tambah H. Iron
Lebih lanjut, Bupati berpesan agar para petugas di lapangan mengedepankan cara-cara yang santun dan humanis saat berhadapan dengan masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang emosional harus dihindari. Petugas wajib memberikan penjelasan logis mengenai manfaat pajak bagi pembangunan daerah.
"Penagih pajak tidak boleh emosi. Harus betul-betul memberikan penjelasan kepada masyarakat supaya mereka tahu bahwa pajak itu gunanya untuk membangun jalan, sekolah, dan segala macam kepentingan masyarakat itu sendiri," pungkasnya.
Dengan capaian di masa transisi ini, Bupati berharap pada periode Maret hingga Desember mendatang, Dispenda mampu menutup kekurangan 0,5 persen dari target sebelumnya dan mencetak prestasi yang lebih gemilang di tahun berjalan.

