![]() |
| Kepala BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu Mkripuddin, M.Si saat menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada peserta wisuda, (Foto: Rosyidin/MP). |
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M.Si., menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan kependudukan, mengingat jumlah lansia di wilayah tersebut terus meningkat.
Lalu Makripuddin menjelaskan bahwa mayoritas lansia menghadapi tantangan kesehatan dan ekonomi yang serius setelah memasuki usia 60 tahun. Melalui sekolah ini, para lansia dibekali kemampuan agar tidak menjadi beban, melainkan menjadi subjek pembangunan yang mandiri.
"Tujuan kita adalah memberikan perhatian agar para lansia ini tetap produktif dan mandiri meskipun usia mereka sudah lanjut. Umumnya, begitu memasuki usia 60 tahun ke atas, banyak yang mulai mengalami hipertensi dan penyakit lainnya. Secara ekonomi pun pendapatan mereka rendah karena kurangnya perencanaan masa tua," ujar Lalu Makripuddin saat ditemui awak media usai acara.
Ia menambahkan bahwa sekitar 37% lansia tidak memiliki jaminan pendapatan tetap. Hal inilah yang menjadi fokus BKKBN agar melalui Sekolah Lansia, para peserta semakin sehat dan memiliki perencanaan hidup yang lebih baik.
Melihat keberhasilan program ini, BKKBN NTB berencana untuk memperluas jangkauan Sekolah Lansia ke seluruh wilayah di NTB. Harapannya, setiap kecamatan setidaknya memiliki satu sekolah serupa.
"Kami berharap minimal satu kecamatan ada satu Sekolah Lansia. Mudah-mudahan kepala desa dengan dukungan APBDes bisa mengembangkan sekolah ini di wilayah masing-masing," tambahnya.
Tak berhenti di jenjang S2, para wisudawan ini direncanakan akan melanjutkan ke jenjang S3 (Standard 3) atau kelas lanjutan yang bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK). Fokusnya adalah pada usaha produktif nyata yang bisa dilakukan di rumah.
"Setelah S1 dan S2 ini, rencananya akan lanjut ke jenjang berikutnya yang berfokus pada usaha produktif. Mereka akan didampingi untuk kegiatan seperti menanam hidroponik. Yang terpenting adalah mereka memiliki kegiatan yang menghasilkan, sehingga apa yang mereka miliki bisa dikembangkan menjadi usaha," pungkasnya.
Dengan adanya Sekolah Lansia Sehat Ceria ini, diharapkan para lansia di Lombok Timur khususnya dan NTB pada umumnya tidak hanya sekadar "memperpanjang usia", tetapi juga meningkatkan kualitas hidup mereka di masa tua dengan tetap bugar, bahagia, dan berdaya secara ekonomi.

