![]() |
Rusak: Jembatan penghubung kedua kecamata di Lotim ambruk, (Foto: Istimewa/MP). |
MANDALIKAPOST.com – Sebuah jembatan yang menjadi akses utama penghubung antarwilayah di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), ambruk secara tiba-tiba pada Sabtu malam (10/1/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan lumpuhnya mobilitas warga di tiga kecamatan, yakni Masbagik, Pringgasela, dan Sikur.
Jembatan yang berlokasi di Dusun Gawah Malang, Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, itu ambruk sekitar pukul 21.00 WITA. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski jembatan masih kerap dilalui warga hingga malam hari.
Salah seorang warga Dusun Gawah Malang, Zaenuddin, menuturkan bahwa ambruknya jembatan terjadi secara mendadak tanpa adanya hujan deras saat kejadian.
“Kejadiannya malam sekitar jam 21.00 WITA. Tidak sedang hujan, tiba-tiba jembatan ambruk,” ujar Zaenuddin kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).
Menurut Zaenuddin, kondisi jembatan sebenarnya telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan sejak akhir tahun 2025. Pondasi jembatan di sisi barat diketahui tergerus aliran air hujan lebat yang datang dari arah hutan, namun belum mendapatkan penanganan serius.
“Yang rusak sebenarnya hanya pondasinya saja. Begitu pondasi sebelah barat roboh, jembatan jadi menggantung,” jelasnya.
Meski dalam kondisi rawan, jembatan tersebut tetap digunakan masyarakat setiap hari karena merupakan satu-satunya akses penghubung antarwilayah. Kondisi ini diperparah dengan seringnya jembatan dilalui kendaraan bermuatan berat.
“Ini jalan kabupaten dan sering dilewati kendaraan berat. Bebannya terlalu besar, jembatan tidak kuat menahan,” tambah Zaenuddin.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Lalu Muliadi, menegaskan bahwa jembatan tersebut memiliki fungsi yang sangat strategis bagi masyarakat.
“Jembatan ini sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga kegiatan sosial di Kecamatan Masbagik dan Pringgasela,” kata Lalu Muliadi.
Pihak BPBD Lombok Timur memastikan langkah awal penanganan telah dilakukan guna mencegah jatuhnya korban.
“Kami akan mengambil tindakan secepat mungkin untuk memulihkan kondisi masyarakat setempat. Saat ini kami sudah memasang pembatas agar jembatan tidak dilalui warga,” pungkasnya.

