Opini Oleh: Dr. H.M. Hamidi, M.Pd,. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Lombok Timur
![]() |
Sosok: Dr. H.M. Hamidi, Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pemberdayaan BAZNAS Lombok Timur, (Foto: Istimewa/MP). |
“Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk saling meninggalkan, apalagi saling menjelekkan. Justru perbedaan itu harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” pesan Bupati saat pelantikan.
Kini, setelah 165 hari berlalu, tentu setiap pihak memiliki kesan dan catatan masing-masing. Bagi penulis, yang saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, lima bulan pertama ini menjadi fase pembelajaran yang sangat berharga.
Awal Menapaki Amanah di BAZNAS
Hari pelantikan, 18 Juli 2025, sekaligus menjadi hari pertama penulis mengenal secara langsung kantor BAZNAS Lombok Timur di Jalan S. Parman Nomor 4, Selong. Suasana kantor kala itu tampak sepi. Aktivitas amilin telah selesai, mengingat hari kerja Jumat berakhir lebih awal.
“Saat itu, kami hanya bertemu dua amilat yang baru pulang dari rumah sakit usai menyalurkan bantuan kesehatan. Dari sanalah saya mulai memahami bahwa kerja-kerja BAZNAS seringkali berjalan sunyi, tetapi penuh makna,” kenang penulis.
Dua amilat tersebut, Mbak Yeyen dan Mbak Nanik, merupakan amilin yang telah lama mengabdi di bidang pendistribusian dan pendayagunaan sejak awal berdirinya BAZNAS Lombok Timur.
Hari Pertama Kerja dan Tantangan Awal
Hari Senin, 21 Juli 2025, menjadi hari pertama efektif bekerja. Kantor masih lengang, karena sesuai regulasi, masa kerja amilin sebelumnya berakhir hingga ditetapkannya kepengurusan definitif. Kondisi tersebut menuntut pimpinan untuk segera mengambil langkah strategis.
“Kami berlima langsung bersepakat menggelar rapat pimpinan guna menyusun langkah perekrutan amilin baru, dengan tetap mempertimbangkan arahan Bupati dan Wakil Bupati,” ungkapnya.
Capaian Lima Bulan: Antara Prestasi dan Tantangan
Dalam kurun lima bulan, BAZNAS Lombok Timur mencatat capaian signifikan, khususnya di bidang pendistribusian dan pendayagunaan.
Pada bidang kesehatan, BAZNAS Lombok Timur telah menyalurkan dana sebesar Rp1,4 miliar kepada 422 penerima manfaat.
Sementara di bidang pendidikan, dana yang didistribusikan mencapai Rp1,8 miliar dengan penerima manfaat sebanyak 6.246 guru, jumlah yang tercatat sebagai salah satu yang terbesar di tingkat nasional.
“Capaian ini patut disyukuri, tetapi juga menjadi tantangan besar, terutama di tengah kebijakan pemotongan anggaran daerah dan keterbatasan sumber pembiayaan operasional,” jelasnya.
Dengan honor dan gaji amilin yang bersumber dari APBD tidak lebih dari Rp2 miliar, sementara jumlah amilin bertambah dua kali lipat, efektivitas, inovasi, dan sinergi menjadi keharusan.
Menuju Lombok Timur SMART
Tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana BAZNAS Lombok Timur mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan visi daerah Lombok Timur SMART.
“Pelayanan yang baik dan optimal kepada muzaki dan mustahik adalah kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap BAZNAS,” tegas penulis.
Catatan Penting Menyongsong 2026
Menatap tahun 2026, sejumlah catatan penting perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya penetapan manajemen pengelolaan ZIS-DSKL sebagai acuan lima tahun ke depan, penyusunan Renstra dan Renja yang selaras dengan RPJMD, serta penguatan tata kelola zakat yang aman secara syar’i, regulasi, dan kebangsaan.
“Tata kelola zakat yang bermartabat adalah fondasi utama agar setiap program kerja berjalan aman, transparan, dan berkeadilan,” ujarnya.
Selain itu, digitalisasi laporan kinerja menjadi keniscayaan untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas publik.
Penutup: Lima Bulan sebagai Madrasah Amanah
Lima bulan pertama ini, bagi penulis, adalah sebuah madrasah yang mengajarkan beratnya amanah, besarnya godaan, dan mahalnya kejujuran.
“Jika ada kelalaian, kesalahan, atau kesengajaan yang berorientasi pada kepentingan pribadi, mari kita tinggalkan. Saatnya membangun kebersamaan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan,” tulisnya.
Harapannya, zakat, infak, dan sedekah tidak lagi dipandang sekadar kewajiban, melainkan menjadi cahaya dan harapan bagi mustahik, menuju Lombok Timur yang sejahtera, maju, adil, religius, dan transparan.
Selamat Tahun Baru 2026.

