![]() |
| Pose: Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin berfoto bareng dengan pegawai Dikbud Lombok Timur, (Foto: Rosyidin/MP). |
Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengarahan langsung kepada jajaran dinas, khususnya kepada Kepala Dinas Dikbud yang baru dilantik, Nurul Wathoni.
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan, jujur, dan akuntabel. Ia berharap kemampuan manajerial yang baik dapat menjadi standar prestasi bagi instansi tersebut.
"Penegasan tertentu saya berikan agar kebijakan yang diambil benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di daerah. Saya berharap kemampuan pengelolaan anggaran terus ditingkatkan sebagai bagian dari prestasi instansi," ujar H. Haerul Warisin di sela-sela kunjungannya.
Bupati menegaskan bahwa pemilihan Nurul Wathoni sebagai nahkoda baru di Dinas Dikbud dilakukan secara objektif. Meskipun berasal dari luar lingkungan birokrasi pemerintah daerah, Nurul dinilai memiliki rekam jejak mumpuni di tingkat nasional hingga internasional.
"Penunjukan ini berdasarkan kapasitas dan pengalaman, bukan karena faktor kedekatan. Selama menjabat sebagai kepala sekolah, yang bersangkutan dinilai mampu mengelola anggaran hingga ratusan juta rupiah dengan capaian yang tidak mudah diraih," tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menginginkan agar pola kepemimpinan dan inovasi yang membawa Nurul ke kancah internasional dapat ditularkan kepada seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP di Lombok Timur. Ia juga meminta seluruh jajaran staf dan kepala bidang untuk solid memberikan dukungan penuh.
Menanggapi instruksi tersebut, Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur, Nurul Wathoni, menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah dan mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi di seluruh lini pendidikan.
"Kami bakal berupaya untuk menjadi yang terbaik. Tentu ini memerlukan kerja sama dengan seluruh anggota Dinas Dikbud, termasuk mereka yang berada di semua sekolah naungan di bawah koordinasi kami," ungkap Nurul.
Agenda sidak ini ditutup dengan harapan besar agar wajah pendidikan di Lombok Timur mengalami transformasi positif, baik dari sisi tata kelola keuangan maupun kualitas lulusan peserta didik.

