![]() |
| Pendidikan: Rektor IAIH Pancor, Dr.TGB Muhammad Zainul Majdi (kanan) bersama ulama muda Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, Maulana Syaikh Alaa Mustofa Na'imah, (Foto: Istimewa/MP). |
Acara yang dihadiri oleh ratusan santri dan mahasiswa ini mengangkat tema strategis mengenai pembentukan karakter generasi Islam melalui integrasi hikmah, ilmu, dan akhlak.
Dalam sambutannya, TGB menegaskan bahwa kehadiran Syaikh Alaa bukan sekadar kunjungan akademis biasa, melainkan cerminan kedekatan emosional dan intelektual yang kuat antara Al-Azhar dengan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). Syaikh Alaa sendiri merupakan anggota Dewan Pakar PB NWDI.
"Kehadiran beliau menunjukkan kecintaan dan kepercayaan Al-Azhar terhadap institusi kita. Beliau hadir sebagai representasi Al-Azhar yang selama lebih dari seribu tahun menjadi menara ilmu dan benteng Ahlussunnah wal Jamaah," ujar TGB di hadapan para peserta.
Seminar internasional ini memfokuskan pembahasan pada konsep Tansyi’atul Ajyal atau pendidikan generasi muda. TGB merujuk pada kitab legendaris Ayyuhal Walad karya Imam Al-Ghazali sebagai fondasi dalam mendidik pemuda.
TGB menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan harus dibarengi dengan penataan karakter yang kokoh. Menurutnya, wasiat-wasiat dalam kitab tersebut masih sangat relevan untuk membimbing pemuda dalam menata masa depan di era modern.
"Tema ini adalah perhatian utama para ulama kita sejak dahulu. Generasi muda harus membekali diri dengan nilai-nilai dasar, hikmah, ilmu, dan akhlak agar mampu menjadi bagian dari umat terbaik (Khairul ummah)," tegas Ketua Umum PB NWDI tersebut.
Sebelum mengisi seminar di IAIH, Maulana Syaikh Alaa Mustofa Na’imah juga telah memberikan kuliah umum di MDQH NWDI Pancor. Dalam sesi tersebut, beliau membedah kitab karangannya yang mengulas tentang Qawaidul Fiqhiyyah (Kaidah-Kaidah Fiqh), khususnya lima kaidah asasi yang menjadi pilar dalam syariat Islam.
Menutup rangkaian acara, TGB berharap kehadiran ulama-ulama dari Al-Azhar dapat memperluas cakrawala keilmuan para santri dan mahasiswa di lingkungan Pancor. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat misi dakwah Islam yang moderat, toleran, dan rahmatan lil 'alamin di Indonesia.

