Amman Mineral Expo Gumi Seri Jadi Panggung UMKM Lombok Timur Naik Kelas

Rosyidin S
Minggu, Februari 15, 2026 | 20.44 WIB Last Updated 2026-02-15T12:44:30Z
Kuliner: Sekda Lombok Timur, H. Juaini Taofik hadiri acara expo Aman Mineral, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKA POST.com – Taman Rinjani Selong menjadi saksi bisu transformasi ekonomi kerakyatan pada Minggu (15/2/2026). Ratusan pengunjung memadati gelaran Amman Mineral Expo Gumi Seri, sebuah ajang yang menandai puncak kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).


Acara ini bukanlah pameran produk biasa, melainkan ujian akhir bagi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan yang telah menjalani pendampingan intensif selama berbulan-bulan. Program ini menjadi bukti nyata pergeseran paradigma dari bantuan sosial konvensional menuju investasi sumber daya manusia yang berkelanjutan.


Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik, menegaskan bahwa kerja sama yang dirintis sejak tahun 2024 ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh, khususnya di wilayah penyangga pariwisata.


"Ini adalah bentuk final dari kolaborasi kita. Sebuah lompatan besar dari sekadar bantuan sosial menjadi investasi sumber daya manusia," ujar Juaini.


Pemilihan fokus pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bukan tanpa alasan. Melalui divisi Social Impact, PT Amman Mineral bersama pemerintah daerah sepakat bahwa sektor ini memiliki efek domino terbesar bagi kesejahteraan warga.


Melalui mitra pelaksana Forward Indonesia, program ini menyasar pelaku UMKM di Kecamatan Sembalun dan Jerowaru—dua kawasan yang tengah menjadi primadona wisata di Lombok Timur.


"Dua kawasan ini butuh sentuhan lebih. UMKM di sana harus siap menyambut wisatawan dengan produk berkualitas, bukan hanya dagangan biasa," tambah Juaini.


Ia menjelaskan bahwa tema 'Pelesiran' (berwisata) sengaja diambil untuk memastikan pelaku ekonomi kreatif menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut pariwisata daerah.


Aspek paling krusial dari program ini adalah pendampingan teknis dan perubahan pola pikir (mindset). Para pelaku usaha tidak hanya diajarkan cara memproduksi barang, tetapi juga diajak untuk berani berhitung secara profesional.


"Kami sadar, banyak usaha mati bukan karena tidak ada modal, tapi karena salah hitung atau terjebak kebiasaan lama. Terkadang, jualan yang mereka geluti secara turun-temurun itu secara hitungan profit tidak cocok lagi," tutur Juaini dengan lugas.


Melalui pendekatan ini, banyak peserta yang kini lebih sadar akan nilai fungsional produk dan potensi pasar. Bahkan, beberapa peserta memilih melakukan pivot atau mengganti jenis dagangan setelah menyadari potensi keuntungan yang lebih rasional melalui hitungan kalkulator.


Salah satu peserta mengungkapkan bahwa manfaat terbesar bukanlah dalam bentuk uang tunai, melainkan ilmu. "Kami tidak menerima dana segar. Yang kami dapat justru lebih berharga: kesadaran baru untuk tumbuh. Itulah dampak positif yang sesungguhnya," ungkapnya.


Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan PT Amman Mineral berkomitmen bahwa pembinaan tidak akan berhenti pada seremoni expo ini saja. Pemantauan berkala akan terus dilakukan hingga para pelaku UMKM benar-benar mandiri secara finansial dan manajemen.


Dengan berakhirnya expo ini, diharapkan para pelaku UMKM binaan mampu menjadi ikon baru kebangkitan ekonomi di Lombok Timur. "Ini menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan ikon baru kebangkitan ekonomi Lombok Timur," tutup Juaini.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Amman Mineral Expo Gumi Seri Jadi Panggung UMKM Lombok Timur Naik Kelas

Trending Now