![]() |
| Mubaligh: Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Timur bersama jajaran dan para Ustadz dan Tuan Guru alumni Muhammadiyah, (Foto: Istimewa/MP). |
MANDALIKAPOST.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Lombok Timur menggelar acara Tarhib Ramadhan dengan tema "Menyambut Ramadhan dengan Cinta". Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh ratusan guru Muhammadiyah dari seluruh penjuru Kabupaten Lombok Timur.
Acara ini bukan sekadar seremoni penyambutan bulan suci, melainkan juga momentum penguatan ideologi dan konsolidasi organisasi bagi para pendidik di lingkungan persyarikatan.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lombok Timur, Dr. H. Moh. Juhad, M.AP, dalam sambutannya menekankan pentingnya perluasan jangkauan layanan pendidikan. Ia memaparkan keberhasilan pembangunan TK Aisyiyah di Masbagik dan rencana pembangunan selanjutnya di Rumbuk.
Beliau juga memberikan pesan yang sangat tegas kepada para kepala sekolah dan guru terkait pengelolaan sekolah dan loyalitas organisasi.
"Ayo Bapak dan Ibu Kepala Sekolah, tingkatkan jumlah siswanya agar kita bisa lebih banyak berbuat. Secara logis, kalau banyak siswa maka banyak rizki, jika sedikit siswa maka sedikit pula rizki yang bisa dikelola untuk umat," ujar Dr. Juhad dalam sambutannya, Sabtu (14/2) kemarin.
Lebih lanjut, ia menginstruksikan agar seluruh guru memiliki totalitas penuh terhadap keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
"Semua guru Muhammadiyah harus totalitas mendukung semua keputusan PP Muhammadiyah. Jika ada yang berbeda haluan dengan keputusan organisasi, kita akan meminta Kepala Sekolahnya untuk keluar saja," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Abdul Khalid, S.Pd.I, dalam pengantar pengajiannya, menekankan bahwa indikator kecintaan seorang guru terhadap Muhammadiyah adalah keaktifannya dalam mengikuti majelis ilmu.
"Kita semua guru Muhammadiyah di Lombok Timur telah dibukakan pintu kebaikan oleh Allah, maka mari kita manfaatkan dengan totalitas. Ingatlah, semakin berat cobaan dan tantangan yang kita hadapi, maka semakin besar pula ganjaran yang disiapkan," ungkap Abdul Khalid menyemangati para peserta.
Puncak acara diisi dengan pengajian inti oleh TGH. M. Arhandika Rahman, Lc. Dalam uraiannya, beliau mengibaratkan Ramadhan sebagai pejabat tinggi negara yang akan berkunjung, sehingga memerlukan penyambutan yang luar biasa.
"Ramadhan adalah tamu yang agung. Kalau kita ibaratkan pejabat pemerintah, tentu kita siapkan sambutan yang luar biasa. Demikian juga dengan Ramadhan, kita harus menyambutnya dengan persiapan matang karena ia membawa 'proyek akhirat' yang sangat lengkap," jelas TGH. Arhandika.
Beliau memaparkan filosofi bercocok tanam dalam beribadah. Bulan Rajab, itu masa untuk menanam dan melakukan pemanasan ibadah, bulan Sya'ban, bulan dimna masa untuk menyiram dan merawat tanaman tersebut.
"Kemudian Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan masa panen pahala yang sangat besar," pungkasnya.
TGH. Arhandika menutup tausiyahnya dengan mengingatkan bahwa kunci utama menyambut bulan suci adalah dengan membersihkan hati sebersih-bersihnya agar cinta yang ditanamkan dalam ibadah dapat berbuah manis di akhirat kelak.

