![]() |
| Kepala kantor pertanahan Lombok Timur, I Komang Surata, (Foto: Istimewa/MP). |
Kepala Kantor Pertanahan Lombok Timur, I Komang Suarta, menyatakan bahwa meski target 2026 sudah di depan mata, pihaknya saat ini tengah memberikan perhatian ekstra pada penyelesaian kewajiban administrasi dari tahun sebelumnya.
"Fokus utama kami tahun ini adalah penyelesaian utang administrasi yang sempat tertunda, seperti penyerahan sertifikat program PTSL 2025 dan pemetaan untuk PTSL 2026," ujar Suarta di sela acara penyerahan 87 Sertifikat Tanah Lintas Sektor (Lintor) di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kamis (12/2) dua hari yang lalu.
Dalam pelaksanaannya, BPN Lombok Timur telah menetapkan tiga kriteria utama agar program PTSL 2026 berjalan lebih efektif dan minim kendala.
Penyelesaian Residu 2025. Mengakomodasi bidang tanah yang belum tuntas di tahun lalu agar selesai sepenuhnya tahun ini. Selain itu, kesiapan Aparat Desa itu galam hal kecepatan proses sangat bergantung pada proaktifnya pemerintah desa dalam menyiapkan data fisik dan yuridis warga.
"Dan akurasi koordinatnya, setiap bidang tanah wajib memiliki titik koordinat presisi guna meminimalisir risiko sengketa lahan di masa depan," katanya.
Komang Suarta mengakui bahwa tantangan teknis tetap ada, terutama dalam hal sinkronisasi data.
"Kami masih mengkaji dengan tim mengenai teknisnya. Kami juga mempertimbangkan rasio petugas ukur atau panitia bidang tanah di lapangan agar alur kerjanya tetap efektif," tambahnya. Ia juga menyoroti pentingnya ketelitian dalam mengiris data bidang tanah untuk menghindari tumpang tindih lahan.
Kabar baik bagi masyarakat, BPN menegaskan tidak ada batasan minimal atau maksimal kuota bagi desa yang ingin mengakses program ini. Syarat utamanya adalah adanya usulan resmi dari pihak desa ke BPN ATR Lombok Timur dan kejelasan titik koordinat bidang tanah tersebut.
Mengenai capaian tahun lalu, Suarta membawa kabar melegakan bagi para pemohon. Ribuan sertifikat yang telah selesai kini masuk dalam tahap distribusi.
"Tahun 2025 kemarin sebanyak 10.250 sertifikat PTSL semuanya sudah jadi dan tercetak, tinggal proses pendistribusian ke masing-masing pemilik," pungkas Suarta.

