![]() |
| MBG: Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur, Baiq Parida Apriani, (Foto: Rosyidin/MP). |
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur, Baiq Parida Apriani, menyatakan bahwa sinergi antara program pusat dan pengusaha lokal adalah kunci pertumbuhan ekonomi masyarakat bawah. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri rapat koordinasi bersama Komisi III DPRD Lombok Timur pada Senin (3/2).
“Sinergi antara pelaku UMKM, apalagi dengan adanya program MBG ini sangat penting. Mungkin yang jualan sayur bisa dimanfaatkan oleh dapur MBG,” ujar Baiq Parida.
Meski menyimpan potensi besar, Baiq Parida tidak menampik adanya hambatan nyata di lapangan. Salah satu kendala utama yang dihadapi para pelaku UMKM di Bumi Gora adalah keterbatasan modal. Mengingat Program MBG merupakan proyek berskala besar dengan kebutuhan logistik yang masif, ketersediaan dana segar menjadi syarat mutlak bagi pemasok.
“Untuk terlibat langsung dalam program MBG dibutuhkan modal yang cukup besar, sementara sebagian besar pelaku UMKM kita masih memiliki keterbatasan permodalan,” akunya.
Selain masalah modal, karakteristik UMKM di Lombok Timur yang didominasi oleh sektor kuliner siap saji menjadi tantangan tersendiri. Padahal, kebutuhan utama dapur MBG lebih condong pada bahan baku mentah yang segar dan berkelanjutan.
“Kita harap bisa bersinergi. Tapi kita lihat UMKM kita kebanyakan kuliner, sedangkan yang dibutuhkan MBG berbeda,” tambahnya lagi.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur, saat ini tercatat sekitar 7.000 UMKM aktif yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari sembako hingga kuliner rumahan. Guna meningkatkan daya saing, Baiq Parida menekankan pentingnya adaptasi teknologi digital.
Ia mendorong para pelaku usaha untuk tidak lagi sekadar berjualan secara konvensional, tetapi mulai merambah media sosial sebagai sarana pemasaran dan transaksi.
“Kami mengupayakan agar pemasaran menggunakan media sosial. Klasifikasi kita jelas, selama pangsa pasarnya masih di angka puluhan ribu dan bentuknya kuliner rumahan, itu masuk UMKM. Jika sudah skala pabrik, itu sudah masuk ranah industri,” pungkasnya.
Dengan keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok Makan Bergizi Gratis, diharapkan perputaran ekonomi tidak hanya berhenti di level korporasi besar, melainkan langsung menyentuh dapur-dapur masyarakat di Lombok Timur.

