Gubernur NTB Pastikan Stok Aman, Intervensi Pasar Dilakukan Atasi Lonjakan Harga Cabai

Ariyati Astini
Selasa, Februari 10, 2026 | 11.05 WIB Last Updated 2026-02-10T03:05:08Z

 

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Mandalika Bertais, Kota Mataram, Selasa (10/2/2026), guna memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan


MANDALIKAPOST.com— Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Mandalika Bertais, Kota Mataram, Selasa (10/2/2026), guna memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan. Dalam sidak tersebut, Gubernur menegaskan Pemerintah Provinsi NTB akan segera melakukan intervensi pasar menyusul melonjaknya harga cabai rawit.
Sidak dilakukan bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) sekaligus Satgas Pangan Polda NTB, Bank Indonesia Perwakilan NTB, Perum Bulog Kantor Wilayah NTB, serta jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kota Mataram.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga cabai rawit di Pasar Mandalika tercatat berada pada kisaran Rp90.000 hingga Rp95.000 per kilogram. Angka tersebut jauh melampaui harga acuan yang diharapkan, yakni sekitar Rp57.000 per kilogram.
“Lonjakan paling tinggi ada di cabai rawit, dan ini sangat memengaruhi indeks harga. Karena itu, kami tegaskan intervensi pasar akan dimulai Jumat ini melalui Gerakan Pangan Murah di seluruh pasar di NTB,” ujar Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal.
Ia menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit dipicu oleh tiga faktor utama, yakni curah hujan tinggi yang menghambat panen petani, tingginya volume pengiriman cabai ke Pulau Jawa, serta meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.
Meski harga melonjak tajam, Miq Iqbal memastikan tidak ditemukan indikasi penimbunan oleh pelaku usaha.
“Cabai merupakan komoditas yang cepat rusak, sehingga kecil kemungkinan ditimbun. Ini murni mekanisme pasar. Namun demikian, kami tetap berkoordinasi dengan Polda NTB dan Bank Indonesia untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai langkah pengendalian jangka pendek, Pemprov NTB juga akan berkomunikasi langsung dengan para pengepul besar di Lombok Tengah dan Lombok Timur agar memprioritaskan pemenuhan kebutuhan lokal sebelum melakukan pengiriman ke luar daerah.
“Kita di NTB tidak boleh kekurangan cabai. Saya minta para pengepul fokus memenuhi kebutuhan daerah terlebih dahulu agar stok terjaga dan harga segera terkendali,” tambahnya.
Lonjakan harga cabai rawit turut dirasakan pelaku usaha kecil. Made Kuniarti, pedagang asal Gunung Sari, mengaku harus berbelanja ke Pasar Mandalika demi mendapatkan harga yang relatif lebih rendah.
“Di tempat saya sudah Rp115.000 per kilo. Di sini masih Rp95.000. Saya butuh sekitar 1,5 kilo setiap hari untuk jualan. Kami berharap pemerintah segera menggelar pasar murah,” ungkapnya.
Selain memantau harga pangan, Gubernur NTB juga meninjau kondisi kebersihan pasar serta saluran drainase yang mengalami pendangkalan. Ia meminta perangkat daerah terkait segera melakukan penanganan agar aktivitas perdagangan di pasar tidak terganggu.
Miq Iqbal menegaskan, intervensi pasar merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan terjangkau menjelang Ramadan.
“Negara harus hadir. Tugas kami memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang, kebutuhan pokok tersedia, dan harga tetap terkendali,” pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gubernur NTB Pastikan Stok Aman, Intervensi Pasar Dilakukan Atasi Lonjakan Harga Cabai

Trending Now