![]() |
| Institut IAIH Pancor sukses menggelar pengabdian kemasyarakatan, (Foto: Istimewa/MP). |
Kegiatan bertajuk “Pendampingan Guru PIAUD. Meningkatkan Kompetensi Konseptual dan Praktik Penyajian Makan Tambahan (PMT) untuk Anak Usia Dini”.
Kegiatan ini tidak hanya menyasar wilayah lokal, tetapi menjangkau lintas pulau dengan melibatkan berbagai sekolah mitra dari Lombok hingga Sumbawa. Beberapa lembaga yang hadir di antaranya TK Bumi Gora (Lotim), TK Negeri 2 Masbagik, PAUD IT Qurrota A’yun (Mataram), hingga perwakilan dari Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan TK Doremi dari Kecamatan Buer, Sumbawa Besar.
Ketua Program Studi PIAUD IAIH Pancor, Baiq Halimatuzzuhrotulaini, M.Pd., mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa kualitas layanan PAUD tidak boleh hanya berhenti pada aspek kognitif atau pembelajaran saja, melainkan harus mencakup pemenuhan gizi yang terukur.
“Pendampingan ini kami selenggarakan untuk memastikan para guru PAUD memiliki pengetahuan konseptual sekaligus keterampilan praktis dalam penyajian makanan tambahan. PMT bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dari dukungan tumbuh kembang anak usia dini,” ujar sosok yang akrab disapa Zuhro tersebut dalam sesi wawancara.
Ia menambahkan bahwa guru adalah garda terdepan di sekolah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan fisik anak. Oleh karena itu, penguatan kapasitas mereka dalam menyusun dan mengelola PMT secara mandiri di satuan pendidikan menjadi sangat krusial.
Untuk memastikan materi terserap dengan baik, panitia menerapkan metode pelatihan kombinatif. Para peserta tidak hanya mendengarkan ceramah, tetapi juga terlibat dalam diskusi interaktif, simulasi, hingga praktik langsung menyajikan menu PMT yang sehat dan aman.
"Skema ini diterapkan supaya guru tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap mengimplementasikan keterampilan tersebut di satuan PAUD. Target kami adalah peningkatan kapasitas guru dalam memahami gizi, menyusun menu, hingga mengelola program PMT secara berkelanjutan," tambah Zuhro.
Kegiatan ini direncanakan tidak hanya menjadi agenda sekali jalan. Prodi PIAUD IAIH Pancor berkomitmen menjadikannya program rutin guna memperkuat jejaring kerja sama dengan lembaga PAUD di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Zuhro berharap langkah ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih strategis antara dunia akademisi dan praktisi pendidikan di lapangan.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi pintu masuk untuk membangun kolaborasi yang lebih luas antara kampus dan lembaga PAUD dalam mengembangkan berbagai program penguatan kapasitas guru serta peningkatan layanan pendidikan anak usia dini," pungkasnya.

