![]() |
| Berkunjung: Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin didampingi Camat Selong dan sejumlah jajaran OPD Lotim berkunjung ke rumah keluarga korban di Kelurahan Selong, (Foto: Istimewa/MP). |
Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas informasi penemuan tersebut. Hal ini disampaikannya saat mengunjungi rumah duka pada Jumat malam, (27/2).
“Ya, jadi saya atas nama pemerintah sangat bersyukur mendengar informasi bahwa korban yang hanyut itu, yang berhari-hari dicari oleh polisi, tentara, dan semua elemen masyarakat yang peduli, akhirnya ada kabar ditemukan,” ujar Bupati.
Berdasarkan laporan awal, ciri-ciri fisik anak yang ditemukan di Pulau Moyo tersebut memiliki kemiripan yang sangat kuat dengan korban yang hilang di wilayah Selong. Kendati demikian, Bupati menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu konfirmasi final dari pihak keluarga melalui proses identifikasi langsung.
“Yang penting sekarang doa kita, mudah-mudahan anak yang ditemukan ini benar anak dari keluarga kita di Selong, sehingga keluarganya bisa tenang,” tambahnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap warga, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya operasional penjemputan korban ke Sumbawa, mulai dari transportasi hingga akomodasi keluarga.
“Kita fasilitasi semua kendaraan dan kebutuhan lainnya, 100 persen kita tanggulangi demi masyarakat kita,” tegas Haerul Warisin.
Terkait infrastruktur di lokasi kejadian, Bupati menjelaskan bahwa sistem drainase di Selong memang sebagian besar terbuka demi memudahkan proses pembersihan dan pemeliharaan. Namun, ia juga memberikan peringatan keras kepada para orang tua agar lebih waspada, mengingat musim hujan yang meningkatkan risiko kecelakaan di saluran air.
“Orang tua ke depan harus menjaga anak-anaknya, terutama di musim hujan. Jangan sampai mereka bermain di kali, apalagi pada usia yang belum mampu menolong dirinya sendiri,” imbaunya.
Di sisi lain, orang tua korban, Busairi, menaruh harapan besar agar proses penjemputan dapat dilakukan sesegera mungkin setelah identitas dipastikan. Ia mengaku merasa sangat terbantu dengan respon cepat dari pemerintah daerah.
“Katanya sudah disiapkan semuanya biaya dan akomodasinya. Kapan kira-kira berangkat ke Sumbawa?” ungkap Busairi penuh harap.
Busairi menceritakan kronologi singkat sebelum musibah terjadi. Menurutnya, korban sempat berselisih paham kecil dengan adiknya sebelum akhirnya keluar rumah tanpa sepengetahuannya saat ia sedang beristirahat.
Hingga berita ini diturunkan, koordinasi antara aparat di Lombok Timur dan Sumbawa terus dilakukan untuk memastikan proses pemulangan korban berjalan lancar dan segera memberikan kepastian bagi pihak keluarga.

