![]() |
| Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas |
MANDALIKAPOST.com— Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan penukaran uang baru melalui program Serambi 2026. Pada termin pertama yang dilaksanakan Februari 2026, total nilai penukaran uang yang dilakukan masyarakat mencapai Rp19,91 miliar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menjelaskan bahwa layanan penukaran uang tersebut dilakukan melalui berbagai mekanisme, mulai dari kas keliling hingga kerja sama dengan perbankan di wilayah NTB.
“Pada termin pertama Februari 2026, kami melaksanakan empat kali kegiatan kas keliling, khususnya di wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima. Selain itu, bersama perbankan kami juga membuka layanan penukaran di 85 titik kantor bank yang tersebar di wilayah NTB,” ujar Hario saat Media Briefing NTB Triwulan I 2026 di salah satu hotel di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat, Kamis (5/3).
Ia menjelaskan, seluruh proses penukaran uang dilakukan melalui pendaftaran pada aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia. Melalui sistem tersebut, masyarakat yang ingin menukar uang diwajibkan melakukan reservasi terlebih dahulu agar layanan berjalan lebih tertib dan terjadwal.
“Dari kegiatan penukaran pada Februari 2026 tersebut, total nilai uang yang telah ditukarkan oleh masyarakat melalui aplikasi PINTAR mencapai Rp19,91 miliar. Ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil maupun besar, khususnya dalam kondisi baru,” katanya.
Memasuki termin kedua pada Maret 2026, Bank Indonesia NTB kembali menggelar sejumlah layanan penukaran uang. Kegiatan kas keliling telah dilaksanakan dua kali pada 3 dan 4 Maret 2026.
Selanjutnya, layanan penukaran bersama perbankan kembali dibuka di 85 titik kantor bank dan dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret 2026. Selain itu, Bank Indonesia NTB juga akan menghadirkan layanan penukaran terpadu di Islamic Center yang dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 12 Maret 2026.
Hario mengungkapkan bahwa kuota penukaran pada termin kedua saat ini telah habis dipesan oleh masyarakat melalui aplikasi PINTAR.
“Untuk termin kedua ini, kuota penukaran sudah habis dipesan oleh masyarakat. Jika mencoba mendaftar melalui aplikasi PINTAR saat ini, sudah tidak tersedia lagi karena seluruh jadwal penukaran telah terisi,” jelasnya.
Ia menambahkan, total realisasi penukaran uang pada termin kedua akan disampaikan kepada media setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.
“Berapa jumlah total penukaran pada termin kedua nanti akan kami sampaikan kembali kepada rekan-rekan media setelah seluruh kegiatan selesai dilaksanakan,” pungkasnya.

