Harga Cabai Melonjak, Pemda Lombok Timur Datangkan Pasokan dari Enrekang untuk Stabilkan Harga

Rosyidin S
Sabtu, Maret 07, 2026 | 17.40 WIB Last Updated 2026-03-07T09:44:50Z
Pasokan: Sekda Lombok Timur, HM. Juaini Taofik didampingi Kadis Pertanian dan dinas terkait saat menerima pasokan cabai rawit dari Sulawesi Selatan, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Melonjaknya harga cabai rawit merah di pasaran dalam beberapa waktu terakhir mendorong Pemerintah melakukan langkah intervensi guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendatangkan cabai dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Pasokan cabai rawit merah tersebut tiba di Lombok pada Jumat (6/3) melalui Terminal Cargo Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah menekan harga cabai yang melonjak akibat tingginya curah hujan serta meningkatnya permintaan masyarakat selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.


Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menjelaskan bahwa masuknya pasokan cabai dari Enrekang merupakan kerja sama bisnis atau business to business antara champion cabai dari kedua daerah.


“Kerja sama ini bersifat B to B antara champion cabai yang ada di Enrekang dengan champion cabai di Lombok Timur. Pemerintah membantu mendekatkan kedua pihak agar pasokan tersedia dan harga bisa lebih murah dibandingkan harga yang ada sekarang,” ujar Juaini Taofik usai serah terima cabai di Terminal Cargo BIZAM.


Menurutnya, cabai yang didatangkan tersebut akan langsung didistribusikan kepada masyarakat melalui operasi pasar di sejumlah titik, sehingga dapat membantu menstabilkan harga sekaligus memastikan ketersediaan stok untuk kebutuhan rumah tangga.


“Besok kita akan melakukan operasi pasar, khususnya cabai di Pasar Pancor, Taman Rinjani, dan beberapa titik lainnya. Ini untuk memastikan stok rumah tangga aman sekaligus memantau harga di pasaran,” jelasnya.


Ia menambahkan, cabai rawit merah tersebut akan dijual dengan harga sekitar Rp75 ribu per kilogram, jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasar yang saat ini berada di kisaran Rp120 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram.


Sementara itu, Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rinna Syawal, menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai tidak hanya terjadi di Lombok Timur, tetapi juga di berbagai wilayah di Indonesia. Kondisi tersebut dipicu oleh faktor cuaca, terutama tingginya curah hujan yang berdampak pada produksi.


“Harga cabai yang sangat tinggi saat ini hampir terjadi di seluruh wilayah nusantara, salah satunya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi yang mempengaruhi produksi,” jelas Rinna.


Untuk mengatasi kondisi tersebut, Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, dengan fasilitasi dari Badan Pangan Nasional, membantu distribusi cabai dari daerah surplus ke daerah yang mengalami kekurangan pasokan.


“Kami dari Satgas Saber memfasilitasi distribusi pangan dengan membawa cabai rawit merah dari Enrekang. Biaya transportasinya difasilitasi oleh Bapanas sehingga harga cabai ini bisa dibeli dengan harga yang sama seperti di daerah asalnya,” paparnya.


Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat.


“Intervensi ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk menstabilkan harga, sehingga masyarakat tetap dapat membeli cabai dengan harga yang lebih terjangkau,” tambahnya.


Ke depan, pemerintah berharap stabilisasi harga tidak hanya mengandalkan pasokan dari luar daerah. Pemerintah daerah bersama para petani diharapkan dapat meningkatkan kembali produksi cabai lokal, mengingat Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok Timur, dikenal sebagai salah satu sentra penghasil cabai.


Upaya peningkatan produksi lokal dinilai penting agar ketahanan pangan daerah tetap terjaga dan gejolak harga dapat diminimalisasi di masa mendatang. 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Harga Cabai Melonjak, Pemda Lombok Timur Datangkan Pasokan dari Enrekang untuk Stabilkan Harga

Trending Now