![]() |
| Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, L. Ahmad Nur Aulia, |
MANDALIKAPOST.com– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif resmi meluncurkan Calendar of Event (CoE) NTB 2026 dengan menyiapkan 69 agenda pariwisata dan budaya sepanjang tahun.
Dari puluhan agenda tersebut, empat di antaranya berhasil masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.
Peluncuran kalender event ini menjadi strategi utama NTB untuk menjaga bahkan melampaui capaian kunjungan wisatawan tahun sebelumnya. Agenda yang telah terkurasi dalam CoE 2026 mencakup event budaya, sport tourism, hingga atraksi berbasis ekonomi kreatif yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, L. Ahmad Nur Aulia, mengatakan penyusunan CoE 2026 tidak hanya berorientasi pada kuantitas acara, tetapi juga kualitas penyelenggaraan serta dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.
“Event ini bukan hanya milik entitas atau provinsi semata, melainkan milik semua unsur. Kita harus berkolaborasi dari tingkat paling bawah hingga ke atas untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang ada,” ujarnya, Senin (30/03/2026) di Mataram.
Empat event NTB yang masuk dalam KEN 2026 yakni Gili Festival, Maulid Adat Bayan, Tetebatu Festival, serta ajang balap dunia MotoGP yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.
Khusus MotoGP, Aulia menyebutnya sebagai event dengan kualitas “level dewa” karena memiliki daya ungkit besar terhadap okupansi hotel, perputaran ekonomi, hingga eksposur internasional bagi NTB.
Secara keseluruhan, 69 event dalam CoE 2026 masih berpotensi bertambah seiring terbukanya kolaborasi lintas sektor serta partisipasi pemerintah kabupaten/kota dan komunitas.
Menurut Aulia, arah kebijakan pariwisata NTB pada 2026 tidak lagi sekadar membedakan wisatawan mancanegara dan domestik, melainkan berfokus pada peningkatan lama tinggal (length of stay).
Salah satu strategi yang diterapkan adalah menyusun jadwal event secara berdekatan dalam periode tertentu, sehingga wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk tinggal lebih lama di NTB.
“Yang sangat penting adalah bagaimana length of stay mereka di daerah kita terus meningkat,” katanya.
Aulia menambahkan, penyediaan atraksi jangka panjang serta pengemasan event yang berdampak langsung pada masyarakat lokal menjadi kunci peningkatan devisa daerah.
“Output dari sebuah event sangat bergantung pada apa yang disuguhkan. Semakin besar proyeksi output dan kepedulian terhadap masyarakat lokal, maka dukungan sumber daya yang disiapkan juga akan semakin besar,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB juga menyiapkan langkah antisipatif menyusul eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada pembatalan kunjungan wisatawan ke Indonesia, termasuk NTB.
Sebagai respons, Pemprov NTB mengalihkan fokus promosi ke pasar potensial lain seperti Malaysia, Singapura, Oceania, dan Australia guna menjaga stabilitas target kunjungan.
Selain itu, rencana penyelenggaraan Travel Mart di NTB pada 2026 diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi pariwisata yang terintegrasi dengan berbagai destinasi unggulan.

