Wujudkan Kemandirian Energi, Kementan Akselerasi Hilirisasi Biofuel dan Bioetanol

Rosyidin S
Selasa, Maret 31, 2026 | 17.47 WIB Last Updated 2026-03-31T09:47:18Z
Energi, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, (Foto: Istimewa/MP).

JAKARTA, MANDALIKAPOST.com – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat melakukan lompatan strategis untuk memperkuat kemandirian energi nasional melalui hilirisasi sektor pertanian. Fokus utama kali ini adalah pengembangan biofuel dan bioetanol sebagai solusi menghadapi ketidakpastian geopolitik global sekaligus menekan ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa langkah "gaspol" ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah kini membidik transformasi hasil bumi menjadi sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

Dalam rapat koordinasi bersama BUMN Pangan di Jakarta, Senin (30/3/2026), Mentan Amran mengungkapkan bahwa keberhasilan menjaga stabilitas pangan, terutama pada periode Ramadan tahun ini, menjadi momentum tepat untuk beralih ke kedaulatan energi.

“Pangan selesai. Jadi alhamdulillah bulan suci Ramadan bukan harga beras yang menjadi penyumbang inflasi. Langkah kedua adalah janji Bapak Presiden bahwa kita menyetop impor solar digantikan oleh biofuel sawit B50. Itu mencapai 5,3 juta ton,” ujar Mentan Amran.

Selain kelapa sawit, Kementan juga mematangkan program E20, yakni campuran bensin dengan etanol yang bersumber dari komoditas lokal seperti jagung, ubi kayu, dan tebu. Indonesia dinilai memiliki cadangan bahan baku yang melimpah, termasuk 1 juta ton molase (tetes tebu) yang selama ini diekspor dan berpotensi besar diolah menjadi etanol.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menambahkan bahwa sektor pertanian kini menempati posisi ganda yang sangat strategis: sebagai penyokong pangan sekaligus tulang punggung transisi energi.

“Swasembada pangan sudah kita raih, dan insyaallah kita akan bergeser. Salah satunya adalah kemandirian energi, di mana pertanian menyumbang dari sisi bioenerginya,” kata Sudaryono.

Guna memastikan program ini berjalan di lapangan, Kementan menggandeng BUMN Pangan sebagai motor penggerak hilirisasi. Wakil Ketua Badan Pengaturan BUMN, Tedi Bharata, menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan potensi perusahaan negara dalam mendukung visi tersebut.

”Kita akan meng-unlock beberapa potensi yang kita bisa lakukan di beberapa BUMN untuk memastikan kita menjadi lebih mandiri dan lebih independen,” tutur Tedi.

Percepatan hilirisasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan energi Indonesia di mata dunia, tetapi juga memberikan nilai tambah langsung bagi komoditas petani di dalam negeri. Dengan penyerapan hasil panen untuk industri energi, harga di tingkat petani diharapkan lebih stabil dan sejahtera.

Melalui integrasi antara kebijakan pemerintah, kekuatan BUMN, dan produktivitas petani, Indonesia optimistis mampu bertransformasi menjadi negara yang tangguh dalam menghadapi dinamika global melalui kedaulatan pangan dan energi yang sejalan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wujudkan Kemandirian Energi, Kementan Akselerasi Hilirisasi Biofuel dan Bioetanol

Trending Now