![]() |
| Berkemah: Suasana Camping Ground di Sembalun Cemper, (Foto: Rosyidin/MP). |
Sembalun Camper, salah satu lokasi camping ground yang terletak tepat di kaki Bukit Pergasingan pinggir jalan lingkar Sembalun, menjadi saksi membludaknya animo tersebut. Lokasi ini kini menjadi magnet bagi wisatawan lokal, domestik, hingga mancanegara.
Resil, pemilik Sembalun Camper, menuturkan bahwa bisnis ini lahir dari pengalamannya sebagai pemandu wisata. Ia menangkap kegelisahan para pelancong yang ingin berkemah namun tetap ingin dekat dengan kendaraan mereka.
"Awalnya saya pemandu wisata, sering keliling dan mendengar keluhan tamu. Kebetulan saya punya lahan nganggur yang dulu hanya ditanami kopi dan jeruk. Saya berinisiatif bikin tempat camping yang sesuai kebutuhan, terutama para pecinta campervan yang mobilnya sudah dimodifikasi jadi rumah berjalan," ujar Resil saat ditemui di lokasi, Minggu (29/3) dua hari yang lalu.
Setelah melalui proses penataan selama lima tahun, Sembalun Camper resmi dibuka pada akhir 2024. Hasilnya Luar biasa. Meski sempat tutup selama bulan Ramadan karena cuaca ekstrem, momentum Lebaran 2026 membawa berkah melimpah.
"Malamnya saya posting buka, besoknya langsung hampir full booking. Tiga malam terakhir ini benar-benar penuh terus. Bahkan ada yang berebutan masuk meski saya bilang sudah penuh. Omzet kotor satu malam saja bisa tembus Rp7 juta. Kalau ditotal sejak Sabtu lalu, sudah kisaran Rp15 juta sampai Rp 20 juta," ungkapnya dengan nada syukur.
Salah satu daya tarik utama di sini adalah fasilitas Glamping (Glamorous Camping). Wisatawan tidak perlu repot membawa peralatan, cukup datang dan menikmati fasilitas mewah di tengah alam.
"Tamu sekarang seleranya makin bergaya, mereka cari yang Glamping. Meskipun harganya lebih mahal dari hotel, mereka rela bayar. Di dalamnya sudah ada kasur, selimut, mini kulkas, alat grill, hingga listrik langsung di tenda. Rasanya seperti di hotel, tapi pemandangannya langsung Gunung Rinjani, sawah dan perbukitan," tutur Resil.
Untuk paket Glamping, harga dipatok mulai dari Rp650.000, sementara tenda standar dibanderol mulai Rp200.000 hingga Rp300.000 lengkap dengan sarapan.
"Itu include sarapan, na bagi tamu yang bawa peralatan sendiri seperti tenda hanya sewa tempat. Kami bandrol untuk dewasa Rp50.000, per orang. Sementara untuk anak-anak perorangnya Rp25.000," imbuhnya.
Azis, wisatawan asal Bekasi yang sudah tiga kali berkunjung ke Sembalun, mengaku jatuh cinta dengan udara dan suasananya yang asri.
"Tujuan saya ke sini memang untuk outdoor activity dan memberikan pengalaman buat anak-anak agar lepas dari HP. Udara di sini jauh lebih bersih dibanding kota besar. Suasananya benar-benar alami," kata Azis.
Hal senada diungkapkan Baharudin, warga Narmada, Lombok Barat, yang sudah puluhan kali berkemah di Sembalun. Bagi keluarga besarnya, Sembalun Camper adalah pilihan favorit karena fasilitas penunjang yang lengkap.
![]() |
| Camping Ground: Nampak berjejeran tenda disiapkan pengelola Sembalun Camper, (Foto: Rosyidin/MP). |
Meski sukses besar, para pengelola dan wisatawan masih menaruh harapan besar pada pemerintah daerah, terutama terkait pasokan listrik dan air bersih. Saat ini, Sembalun Camper masih mengandalkan genset dan tenaga surya.
Namun, keterbatasan itu tidak menyurutkan semangat inovasi Resil. Dalam waktu dekat, ia akan meluncurkan paket wisata baru yang unik. Yakni berkeliling sawah dengan Kuda.
"Dua minggu lagi kita launching paket kuda. Tamu bisa jalan-jalan keliling persawahan sambil menunggang kuda mulai harga Rp70.000. Kita ingin wisatawan benar-benar menyatu dengan alam Sembalun," tutup Resil.
Bagi Anda yang merencanakan liburan, Sembalun Camper menawarkan pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kota. Namun pastikan Anda memesan tempat jauh-jauh hari agar tidak kehabisan spot terbaik di kaki Rinjani.


