![]() |
General Manager ASDP Cabang Lembar, Handoyo Triyanto. |
REPORTER : ABDUL RAHIM
MANDALIKAPOST.com – Arus mudik menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah di Pelabuhan Lembar menunjukkan lonjakan yang jauh lebih tinggi dari proyeksi awal. Jika sebelumnya hanya diperkirakan naik 10 persen, data di lapangan justru mencatat peningkatan signifikan hingga menembus lebih dari 20 persen, bahkan mencapai sekitar 24 persen pada lintasan tertentu.
Lonjakan ini menjadi indikator kuat meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya pada jalur penyeberangan strategis Lembar–Padangbai yang menghubungkan Lombok dengan Bali. Arus kendaraan roda dua masih mendominasi, disusul kendaraan pribadi dan angkutan logistik.
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar mencatat, tren kenaikan sudah mulai terlihat sejak H-10 hingga H-8 Lebaran.
Peningkatan ini dipicu oleh pergeseran waktu perjalanan masyarakat yang memilih mudik lebih awal, terutama karena berdekatan dengan Hari Raya Nyepi di Bali.
General Manager ASDP Cabang Lembar, Handoyo Triyanto, menegaskan pihaknya telah mengantisipasi lonjakan tersebut dengan menyiapkan 21 armada kapal yang beroperasi penuh di lintasan utama.
“Seluruh armada kami siagakan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan lancar. Koordinasi dengan seluruh stakeholder juga terus diperkuat,” ujarnya.
Meski terjadi peningkatan tajam, operasional pelabuhan hingga kini masih dalam kondisi terkendali.
ASDP menerapkan pola operasi fleksibel dengan skema normal, padat, hingga sangat padat guna merespons dinamika di lapangan.
Selain itu, penerapan sistem tiket online melalui aplikasi Ferizy dinilai cukup efektif dalam menekan antrean di area pelabuhan.
Namun demikian, kepadatan masih berpotensi terjadi pada jam-jam tertentu, terutama pada malam hari. ASDP mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dan menghindari keberangkatan di waktu rawan penumpukan.
Dengan tren kenaikan yang sudah melampaui prediksi, Pelabuhan Lembar kini benar-benar diuji sebagai simpul vital arus mudik di kawasan timur Indonesia.
Jika tidak dikelola secara optimal, lonjakan ini berpotensi menimbulkan kepadatan ekstrem pada puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

