![]() |
| Bantu: Kawil Letok, Muhtadun besama perwakilan tim ayo zakat Indonesia saat berbagai ke lansia penerima manfaat, (Foto Istimewa MP). |
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sembako Lansia dan Cahaya Zakat Seribu Senyuman yang diinisiasi oleh yayasan tersebut untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan. Tidak hanya sekadar berbagi, aksi ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap warga yang hidup sebatang kara maupun fakir miskin di pelosok desa.
Dalam pelaksanaannya, tim Ayo Sedekah Indonesia menggandeng Kepala Wilayah (Kawil) Letok untuk memastikan validasi data penerima. Ketua Ayo Sedekah Indonesia, Astuti Wulandari, mengungkapkan bahwa sinergi ini penting agar bantuan jatuh ke tangan yang benar-benar membutuhkan.
"Program ini secara khusus ditujukan kepada para lansia yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Kami mengkolaborasikan paket kebutuhan pokok melalui program sembako lansia dengan dana zakat untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita," ujar Astuti.
Lebih lanjut, Astuti menjelaskan bahwa dalam program Cahaya Zakat Seribu Senyuman, setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp1.000.000. Angka ini diharapkan mampu menjadi penopang ekonomi bagi warga kurang mampu, terutama dalam menghadapi kebutuhan di bulan Ramadan.
Meski medan distribusi terkadang menantang, semangat tim tidak surut. Dalam sehari, yayasan ini mampu menyalurkan 30 hingga 50 paket bantuan. Khusus pada hari Minggu, intensitas distribusi ditingkatkan hingga mencapai 50 paket penuh dalam sehari.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 120 paket sembako dan 55 amplop zakat mal telah berhasil didistribusikan kepada mereka yang berhak.
"Kami berharap program ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas," tambah Astuti.
Kehadiran tim Ayo Sedekah Indonesia disambut hangat oleh pihak kewilayahan. Kawil Letok, Muhtadun, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan kepada warganya.
"Ayo Sedekah Indonesia, terima kasih banyak. Kami sangat mengapresiasi bantuan yang mulai menyasar wilayah kami, khususnya bagi warga yang kurang mampu," tutur Muhtadun.
Ia pun berharap kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini, mengingat masih banyak warga sebatang kara dan lansia yang membutuhkan uluran tangan untuk menyambung hidup.

