Seni dari Balik Jeruji: Santri Lapas Selong Pukau Pengunjung Festival Ramadhan Kampung PAS

Rosyidin S
Jumat, Maret 06, 2026 | 17.13 WIB Last Updated 2026-03-06T09:13:45Z
Tampil: Santri Lapas Kelas IIB Selong nampak sangat mahir mainkan musik tradisional gamblan, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Semangat bulan suci Ramadhan menjadi momentum transformasi bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong. Tak sekadar menjalani masa pidana, para santri Lapas Selong membuktikan eksistensi mereka dengan tampil memukau dalam gelaran Festival Seni dan Ngabuburit Ramadhan di Kampung PAS, Mataram, Selasa (04/03).


Kehadiran para santri ini bukan tanpa alasan. Di bawah sorot lampu panggung festival, mereka menyuguhkan berbagai kreativitas seni yang menjadi buah dari pembinaan intensif di dalam Lapas. Penampilan mereka berhasil mengubah suasana "ngabuburit" menjadi lebih religius sekaligus hangat, mengundang decak kagum dari masyarakat yang memadati lokasi.


Partisipasi ini merupakan bagian integral dari program pembinaan kepribadian dan kemandirian. Melalui seni, para warga binaan diajak untuk menata kembali mental dan rasa percaya diri mereka sebelum nantinya kembali ke tengah masyarakat.


Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Sudirman, menegaskan bahwa panggung ini adalah jembatan penghubung antara warga binaan dan dunia luar.


"Keikutsertaan santri kami dalam kegiatan ini bukan hanya untuk memeriahkan suasana Ramadhan, tetapi juga sebagai sarana membangun rasa percaya diri dan tanggung jawab. Ini adalah momentum bagi mereka untuk mempererat hubungan sosial dengan masyarakat," ujar Sudirman di sela-sela acara.


Lebih lanjut, Sudirman menambahkan bahwa ajang ini merupakan pembuktian nyata atas perubahan perilaku para santri.


"Momentum Ngabuburit Ramadhan ini kami manfaatkan sebagai ajang refleksi diri, sekaligus pembuktian bahwa santri Lapas Selong mampu berkarya dan berkontribusi secara positif meskipun dalam keterbatasan," imbuhnya.


Antusiasme pengunjung terlihat jelas saat para santri tampil. Kehadiran mereka di ruang publik seperti Kampung PAS diharapkan dapat mengikis stigmata negatif terhadap warga binaan.


Program ini menjadi langkah konkret dalam proses reintegrasi sosial, di mana masyarakat dapat melihat langsung hasil pembinaan yang dilakukan oleh jajaran Pemasyarakatan.


Kegiatan yang berlangsung hingga menjelang waktu berbuka puasa ini ditutup dengan suasana penuh kebersamaan. Keberhasilan penampilan para santri ini menjadi simbol harapan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.


Dengan semangat Ramadhan yang penuh berkah, Lapas Selong berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi para santri untuk menggali potensi diri, sehingga saat bebas nanti, mereka tidak hanya membawa surat lepas, tetapi juga keterampilan dan mentalitas baru yang siap diterima oleh masyarakat.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Seni dari Balik Jeruji: Santri Lapas Selong Pukau Pengunjung Festival Ramadhan Kampung PAS

Trending Now