Tekan Laju Inflasi, Bupati Lombok Timur Dorong Digitalisasi Transaksi dan Gerakan Tanam Cabai Mandiri

Rosyidin S
Selasa, Maret 03, 2026 | 10.17 WIB Last Updated 2026-03-03T02:17:21Z
Inflasi: Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin saat ditemui awak media di Selong, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor untuk mempertahankan prestasi daerah dalam pengendalian ekonomi.


Dalam pernyataannya, Bupati menyoroti dua strategi utama. Yakni percepatan digitalisasi keuangan untuk mencegah kebocoran PAD dan intervensi ketahanan pangan tingkat rumah tangga.


Bupati menegaskan bahwa status Juara 1 yang diraih Lombok Timur dalam aspek tertentu harus dipertahankan dengan kerja keras. Salah satu fokus utamanya adalah menghapus sistem transaksi tunai di lingkungan Pemerintah Daerah hingga ke tingkat desa.


Menurutnya, sistem tunai sangat rentan terhadap kelalaian manusia maupun penyalahgunaan wewenang.


"Penting untuk memperluas jaringan digitalisasi. Jangan hanya di kebutuhan Pemda saja, tapi harus sampai ke desa-desa untuk menghindari kebocoran. Kalau masih tunai, tunai, tunai, orang bisa titip, orang lupa, atau bahkan digunakan (untuk kepentingan lain). Itu bisa saja terjadi," ujar H. Haerul Warisin saat ditemui, Senin (2/3) kemarin.


Ia menginstruksikan agar seluruh lini, mulai dari perkantoran hingga penagihan di lapangan seperti area parkir dan pasar, mulai menerapkan sistem digital secara masif.


Menyikapi fluktuasi harga komoditas pangan, khususnya cabai yang kerap memicu inflasi, Bupati telah memanggil dinas terkait untuk melakukan intervensi pasar.


Salah satu terobosan yang disiapkan adalah mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk menjadi pelopor pertanian mandiri.


Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian akan menyiapkan paket media tanam organik, polybag, hingga bibit unggul untuk dibagikan.


"Kita punya sekitar 15.000 ASN dan P3K. Bayangkan kalau satu orang menanam satu pohon saja dan menghasilkan satu kilo cabai. Itu sudah 15 ton. Ini adalah bentuk kemajuan kalau kita bisa mempertahankan literasi kebutuhan yang suka memicu inflasi dengan mengadakannya sendiri," jelasnya.


Bupati optimis bahwa dengan intervensi yang tepat, harga cabai yang sempat melambung tinggi bisa segera ditekan kembali ke angka normal. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan jajaran OPD pada hari Senin kemarin untuk mengeksekusi langkah-langkah strategis di lapangan.


Selain aspek ekonomi, Bupati juga mengajak masyarakat untuk saling peduli terhadap lingkungan sekitar dalam menjaga tanaman pangan mereka.


"Jangan sampai kita kalah dengan harga. Kalau kita bisa tanam sendiri di lingkungan rumah, uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Ini keren kalau kita bisa swasembada di tingkat rumah tangga," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tekan Laju Inflasi, Bupati Lombok Timur Dorong Digitalisasi Transaksi dan Gerakan Tanam Cabai Mandiri

Trending Now