![]() |
| Jiran: Sebanyak 27 orang calon mahasiswa dapat beasiswa kuliah di Malaysia, (Foto: Istimewa/MP). |
Para mahasiswa ini merupakan peserta terpilih yang berhasil menyisihkan ribuan pendaftar lainnya dalam seleksi berskala global. Program ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) asal NTB mampu bersaing di kancah internasional.
Founder Gemilang Center, Dr. Zulkieflimansyah, dalam sambutannya menekankan betapa istimewanya ke-27 pelajar ini. Ia menyebut keberhasilan mereka sebagai sebuah anugerah yang harus dijaga dengan tanggung jawab besar.
“Mudah-mudahan ini menjadi keberangkatan yang diridoi Allah SWT. Bayangkan saja, dari sekitar 5.000 pendaftar pada tahun 2025, hanya 27 orang yang berhasil lolos seleksi ketat. Ini adalah anugerah yang patut disyukuri,” ujar pria yang akrab disapa Bang Zul tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa satu langkah kebaikan dalam menuntut ilmu akan menjadi pemantik bagi kebaikan-kebaikan lainnya di masa depan, baik bagi pribadi mahasiswa maupun daerah asal mereka.
Seluruh biaya pendidikan para mahasiswa ini ditanggung sepenuhnya oleh pihak kampus AIU Malaysia. Sementara itu, untuk mempermudah akses, biaya keberangkatan mulai dari pengurusan visa hingga tiket pesawat difasilitasi secara pribadi oleh Zulkieflimansyah.
Sri Hastuti, perwakilan Tim Gemilang Center, menjelaskan bahwa para mahasiswa tidak diberangkatkan tanpa bekal. Selama hampir satu bulan di Mataram, mereka telah menjalani pembekalan intensif agar siap beradaptasi dengan lingkungan akademik di Malaysia.
“Keberhasilan ini hasil kolaborasi erat antara Gemilang Center, orang tua, serta komitmen tak tergoyahkan Bapak Dr. Zulkieflimansyah yang konsisten meningkatkan kualitas SDM NTB,” tutur Sri.
Dukungan juga datang dari Anggota DPD RI Dapil NTB, Evi Apita Maya. Ia memberikan apresiasi khusus terhadap konsistensi program ini yang tetap berjalan meski Zulkieflimansyah sudah tidak menjabat sebagai gubernur.
“Komitmen beliau terhadap pendidikan NTB tidak pernah pudar. Harapannya, Gemilang Center semakin melebarkan sayap agar lebih banyak anak NTB bisa meraih pendidikan tinggi kelas dunia. Ingat selalu untuk mencintai tanah air,” pesan Evi kepada para mahasiswa.
Senada dengan hal tersebut, Staf Ahli Gubernur NTB, Yusron Hadi, yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi NTB, menitipkan pesan agar para mahasiswa menjadi agen perubahan sekembalinya dari Malaysia.
“Gunakan kesempatan emas ini sebaik-baiknya, menimba ilmu dengan sungguh-sungguh, dan nantinya bawa pulang pengalaman untuk membangun NTB yang lebih baik,” pungkas Yusron.
Rombongan dijadwalkan bertolak menuju Malaysia pada Selasa (3/3/2026) sore, membawa harapan besar untuk menjadi generasi emas yang akan memajukan Nusa Tenggara Barat di masa depan.

