Lombok Timur Tinggalkan Opsi Eliminasi, Pilih Sterilisasi Berkelanjutan Tangani Anjing Liar

Rosyidin S
Kamis, April 30, 2026 | 17.34 WIB Last Updated 2026-04-30T09:34:44Z
Workshop: Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya membuka workshop vaksinasi anjing liar, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur resmi menegaskan komitmennya untuk tidak lagi menggunakan metode eliminasi dalam mengendalikan populasi anjing liar. Sebagai gantinya, langkah sterilisasi dan vaksinasi massal dipilih sebagai solusi yang lebih humanis dan efektif untuk menjamin keamanan masyarakat sekaligus menjaga kesejahteraan hewan.


Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, saat membuka Workshop Kegiatan Sterilisasi dan Vaksinasi Anjing Liar di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kamis (30/4).


Menurut Wabup Edwin, pergeseran paradigma ini penting mengingat kesejahteraan hewan kini telah menjadi perhatian global. Terlebih, posisi Lombok sebagai destinasi wisata internasional membuat setiap kebijakan daerah senantiasa berada di bawah sorotan pemerhati hewan dunia.


“Untuk mengatasi itu, eliminasi bukan jalan yang recommended. Paling efektif adalah sterilisasi. Tapi sterilisasi ini tidak bisa sporadis dan harus berkelanjutan,” tegas Edwin dalam arahannya.


Meski sterilisasi dinilai sebagai solusi terbaik, pemerintah daerah mengakui adanya kendala klasik berupa keterbatasan fiskal dan minimnya data pasti mengenai populasi anjing liar di Lombok Timur.


Guna menyiasati hal tersebut, Pemda menggandeng lembaga swadaya masyarakat (NGO) asal Jerman untuk berkolaborasi dalam hal pendanaan dan teknis pelaksanaan.


“Sehingga kita nanti diskusi itu punya opsi-opsi mana yang riil bisa kita laksanakan. Mana yang bisa dibantu oleh NGO, mana yang bisa kita kerjakan sendiri,” lanjutnya.


Urgensi penanganan ini didasari oleh tren kasus gigitan yang cukup mengkhawatirkan. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025 tercatat lebih dari 170 kasus gigitan anjing liar. Sementara pada tahun 2026 ini, meski belum genap satu semester, jumlah laporan sudah menyentuh angka 70 kasus.


Kendati angka gigitan tinggi, Pemda bersyukur Lombok Timur sejauh ini masih menyandang status bebas rabies. Target utama dari kebijakan baru ini adalah mempertahankan status tersebut sembari menurunkan konflik antara hewan dan manusia.


Selain intervensi medis, Wakil Bupati juga menyoroti perilaku masyarakat terkait pengelolaan limbah rumah tangga. Ia menilai tumpukan sampah terbuka menjadi faktor utama yang mengundang anjing liar masuk ke area pemukiman untuk mencari makan.


“Masyarakat diharapkan mulai memilah sampah dari rumah. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi populasi anjing liar yang berkeliaran di sekitar pemukiman warga karena sumber makanannya berkurang,” imbaunya.


Workshop yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh jajaran dokter hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, perwakilan Dinas Kesehatan, serta para pemerhati hewan.


Melalui sinergi lintas sektoral ini, Lombok Timur optimis dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi warga tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan terhadap makhluk hidup lainnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lombok Timur Tinggalkan Opsi Eliminasi, Pilih Sterilisasi Berkelanjutan Tangani Anjing Liar

Trending Now