Membangun Daerah Harus Dimulai dari Ketajaman Data Desa

Rosyidin S
Selasa, April 14, 2026 | 15.55 WIB Last Updated 2026-04-14T07:55:29Z
Sosialisasi: Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh Edwin Hadiwijaya hadiri pencanangan Desa Cntik di Kecamatan Terara, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menegaskan bahwa validitas data dari tingkat akar rumput merupakan fondasi mutlak dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.


Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri sosialisasi sekaligus pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Aula Kantor Camat Terara, Selasa (14/4).


Dalam momentum tersebut, tiga desa di Kecamatan Terara, yakni Desa Rarang, Desa Rarang Selatan, dan Desa Kalianyar, resmi ditetapkan sebagai Desa Cantik. Penetapan ini ditandai dengan penandatanganan piagam dan pemukulan gong oleh Wakil Bupati yang didampingi jajaran Badan Pusat Statistik (BPS).


Dalam arahannya, Wabup Edwin menekankan bahwa program Desa Cantik bukan sekadar agenda seremonial. Ia menyoroti pentingnya akurasi data untuk menghindari kesalahan kebijakan yang berujung pada pemborosan anggaran.


"Membangun data itu pasti mulai dari desa, tidak bisa hanya dilakukan dari lantai enam atau kantor bupati. Jika datanya salah, maka kebijakannya sudah pasti akan salah. Dampaknya, ketika kita harus mengoreksi kebijakan tersebut di kemudian hari, kita akan membutuhkan dana yang sangat besar," tegas Edwin.


Ia juga menambahkan bahwa integritas data sangat berkaitan dengan dimensi waktu. Menurutnya, penguasaan statistik adalah instrumen krusial dalam membaca perubahan zaman dan menentukan langkah strategis, baik dalam pembangunan maupun dinamika sosial politik.


Senada dengan Wabup, Kepala BPS Lombok Timur, Sri Endah Wardanti, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menggeser peran desa yang semula hanya sebagai objek pendataan menjadi pelaku utama atau subjek pengelolaan informasi statistik.


"Pembangunan yang presisi hanya dapat terwujud jika didasari oleh data yang akurat. Desa Cantik dirancang untuk meningkatkan literasi data perangkat desa dan masyarakat, sehingga mereka mampu mengoptimalkan data dalam perencanaan pembangunan desa sendiri," jelas Sri Endah.


Pemilihan Desa Rarang, Rarang Selatan, dan Kalianyar sendiri dilakukan melalui evaluasi mendalam oleh BPS sebagai bagian dari program berkelanjutan di Lombok Timur.


Sementara itu, Kepala BPS Provinsi NTB, H. Wahyudin, meluruskan kekhawatiran perangkat desa mengenai beban kerja tambahan. Ia menegaskan bahwa Desa Cantik justru hadir untuk menyinergikan berbagai aplikasi yang sudah ada dari berbagai kementerian agar lebih efektif dan efisien.


"Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita tidak bisa bicara kesejahteraan tanpa data yang menjadi kompas pembangunan. Data yang akurat akan menjamin setiap rupiah dalam APBDes menjadi tepat sasaran," ujar Wahyudin.


Menutup acara, Wakil Bupati menitipkan pesan khusus mengenai keberlanjutan program ini, terutama bagi desa yang akan mengalami transisi kepemimpinan dalam waktu dekat.


Ia berharap siapapun yang memimpin desa nantinya tetap konsisten melanjutkan tongkat estafet pembangunan berbasis data demi kesejahteraan masyarakat Lombok Timur secara luas.


Acara tersebut turut dihadiri oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, jajaran BPS, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Terara.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Membangun Daerah Harus Dimulai dari Ketajaman Data Desa

Trending Now