![]() |
| Panen: Ketua Baznas RI didampingi Bupati dan Forkopimda Lombok Timur panen raya perdana jagung di Gunung Malang, (Foto: Rosyidin/MP). |
Program ini merupakan bagian dari inisiatif pemberdayaan lahan seluas 50 hektare untuk jagung dan 25 hektare untuk padi. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan petani di wilayah dengan populasi terpadat di Nusa Tenggara Barat tersebut.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, yang hadir dalam acara tersebut menekankan bahwa wilayahnya memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, mulai dari lahan irigasi seluas 45 ribu hektare hingga lahan kering mencapai 113 ribu hektar.
Dalam sambutannya, orang nomer satu di Lombok Timur ini menjelaskan bagaimana inovasi lokal membantu menjaga produktivitas petani.
"Di daerah selatan, masyarakat memanfaatkan embung untuk menampung air hujan sehingga memungkinkan melakukan tanam hingga dua kali dalam setahun. Jika menggunakan sumur bor, bahkan bisa lebih optimal," jelasnya.
Bupati juga menambahkan bahwa satu hektare lahan padi mampu menghasilkan sekitar enam ton, yang berkontribusi signifikan pada tren positif pertumbuhan ekonomi daerah. Selain fokus pada hasil tanah, pemerintah daerah juga menjamin kesejahteraan sosial petani melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Ketua Baznas RI, H. Sodik Mudjahid memberikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan lahan di Pringgabaya. Beliau mendorong para petani lokal untuk terus berinovasi dan belajar dari keberhasilan negara lain, seperti Thailand, dalam mengelola sektor pertanian.
Menurutnya, kedaulatan sebuah wilayah sangat bergantung pada kemandirian di tiga sektor krusial.
"Pangan, air, dan energi adalah fondasi kehidupan masyarakat. Lombok Timur memiliki potensi besar, tinggal bagaimana dikelola dengan baik agar memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan petani," tegas H. Sodik dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan peran Baznas sebagai lembaga pengelola amanah umat yang harus memberikan dampak nyata bagi kemakmuran masyarakat luas melalui program-program berbasis pertanian produktif.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Baznas RI secara simbolis menyerahkan bantuan sebesar Rp941 juta kepada kelompok tani jagung setempat. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi modal tambahan untuk meningkatkan kualitas sarana prasarana pertanian di masa mendatang.
Acara ditutup dengan prosesi panen raya jagung di lokasi hamparan, didampingi oleh Bupati dan Sekda Lombok Timur beserta jajaran Forkopimda, termasuk Ketua Baznas Provinsi NTB & Kabupaten Lombok Timur, Dandim 1615 Lombok Timur, Kajari Lombok Timur, Perwakilan kelompok tani setempat.
Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara lembaga zakat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkeadilan.

