Progres Koperasi Merah Putih, Sajang dan Bilok Petung Capai 30%, Empat Desa di Sembalun Masih Terkendala Lahan

Rosyidin S
Jumat, April 24, 2026 | 09.29 WIB Last Updated 2026-04-24T01:29:03Z
Bangunan: Lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih Desa Sajang, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Proyek strategis pembangunan Koperasi Merah Putih di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, mulai menunjukkan hasil nyata. Hingga saat ini, dua desa yakni Desa Sajang dan Desa Bilok Petung dilaporkan memimpin percepatan pembangunan dengan progres fisik bangunan mencapai angka 30 persen.


Danramil 1615-03/Sembalun, Kapten Inf. Jaya Negara, mengungkapkan bahwa kelancaran di dua wilayah tersebut dikarenakan status lahan yang sudah clear and clean. Hal ini membuat pengerjaan konstruksi di lapangan dapat berjalan tanpa hambatan teknis maupun sosial.


"Untuk Koperasi Merah Putih yang sedang berprogres saat ini yaitu Desa Bilok Petung dan Desa Sajang. Progresnya kurang lebih sekitar 30 persen sampai dengan saat ini," ujar Kapten Jaya Negara saat dikonfirmasi di Sembalun, belum lama ini.


Kendati dua desa berjalan mulus, Kapten Jaya Negara mengakui adanya tantangan di empat desa lainnya di wilayah Sembalun. Masalah utamanya cukup beragam, mulai dari geometri lahan yang tidak sesuai standar hingga izin penggunaan aset milik instansi lain yang belum turun.


Di Desa Sembalun Bumbung, kendala teknis ditemukan pada bentuk lahan yang tidak presisi. "Lahannya mengerucut. Tampak depan 31 meter, tapi bagian belakang hanya 27 meter, sehingga pembangunan belum bisa dimulai. Kami masih menunggu petunjuk dari komando atas," jelasnya.


Sementara di Desa Sembalun Lawang, lahan yang diajukan merupakan milik PLN. Hingga kini, pihak terkait masih menunggu rekomendasi resmi mengenai izin penggunaan lahan tersebut. Kondisi serupa terjadi di Desa Timba Gading, di mana lahan awal milik Pemda tidak memenuhi standar luas 10.000 meter persegi. Namun, titik terang mulai terlihat setelah pihak desa mengajukan alternatif lahan milik Pemerintah Provinsi.


"Untuk Timba Gading, surat rekomendasi penggunaan lahan provinsi sudah keluar, tinggal menunggu petunjuk teknis untuk pembangunannya," tambah Danramil.


Sedangkan untuk Desa Sembalun, saat ini proses telah memasuki tahap pemerataan lahan (land clearing).


Menanggapi isu mundurnya sejumlah kontraktor pada proyek serupa di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kapten Jaya Negara menegaskan bahwa situasi di Sembalun tetap kondusif. Ia memastikan pola kemitraan lokal yang solid menjadi benteng agar pembangunan tidak terganggu oleh dinamika di luar wilayah.


"Kami bermitra untuk pembelian bahan bangunan dengan pihak lokal. Sejauh ini tidak ada kendala, alhamdulillah semua lancar," tegasnya.


Senada dengan Danramil, Kepala Desa Sajang, H. Lalu Kanahan, menyatakan rasa syukur dan dukungan penuhnya terhadap program pemerintah pusat ini. Bagi Desa Sajang, kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi warga.


Meski sempat ada diskusi terkait biaya operasional pemerataan lahan di area Lapangan Desa yang menjadi lokasi bangunan, pihaknya memastikan semua bisa dikomunikasikan dengan baik demi kepentingan masyarakat.

KMD: Lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Sajang, (Foto: Rosyidin/MP).

"Kami di Desa Sajang secara khusus merasa terbantu dengan program pusat ini. Kami sangat mendukung. Intinya, kami bersyukur pembangunan di sini tidak ada hambatan berarti seperti di tempat lain yang masih mengurusi masalah administrasi lahan," ungkap H. Lalu Kanahan.


Ia juga berharap regulasi ke depan dapat lebih fleksibel agar pemerintah desa bisa lebih mandiri dalam mengelola potensi yang ada. "Kami siap menjalankan program ini karena kami percaya dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat desa," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Progres Koperasi Merah Putih, Sajang dan Bilok Petung Capai 30%, Empat Desa di Sembalun Masih Terkendala Lahan

Trending Now