![]() |
| Kungker: Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid saat berkunjung ke Pondok Pesantren Ma’had Az-Zahra, Bangkinang, Riau, (Foto: Istimewa/MP). |
Pesan ini disampaikan Nusron dalam kunjungannya ke Provinsi Riau saat menghadiri acara Silaturahim dan Ceramah Keagamaan di Pondok Pesantren Ma’had Az-Zahra, Bangkinang, Rabu (22/04) dua hari yang lalu.
Di hadapan jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Riau, Menteri Nusron menekankan bahwa orientasi utama seorang pemimpin dan aparatur negara adalah mengangkat derajat masyarakat, bukan justru menjadi beban bagi warga yang membutuhkan layanan pertanahan.
“Apa pun kebijakan, keputusan, tindak, jangan sampai mempersulit rakyat. Jangan sampai kemudian membuat rakyat susah. Orientasinya harus membuat rakyatnya terangkat,” tegas Nusron Wahid.
Menteri Nusron mengingatkan bahwa jabatan yang diemban di Kementerian ATR/BPN merupakan amanah besar yang memiliki konsekuensi dunia dan akhirat. Ia menekankan bahwa sebagai instansi pelayanan publik, BPN wajib memastikan setiap proses birokrasi berjalan dengan prinsip kemudahan.
Mengutip nilai spiritual, ia memperingatkan dampak bagi pejabat yang sengaja menghambat urusan masyarakat. "Wa man yusyāqiq yashquqillāhu ‘alaihi yaumal-qiyāmah. Barangsiapa yang menyulitkan orang lain, maka Allah akan mempersulitnya pada hari kiamat," ucapnya mengutip sebuah pesan religius.
Dalam kesempatan yang juga dihadiri oleh tokoh agama terkemuka, Ustaz Abdul Somad (UAS), Menteri Nusron secara khusus meminta doa agar instansi yang dipimpinnya tetap konsisten pada jalur pengabdian kepada rakyat.
“Satu-satunya hal yang kami harapkan adalah mohon didoakan. Didoakan semoga apa pun yang kita lakukan itu semata-mata untuk kepentingan menyenangkan rakyat, tidak mempersulit rakyat,” tutur Menteri ATR.
Senada dengan Menteri Nusron, Ustaz Abdul Somad dalam ceramahnya mengingatkan bahwa jabatan, ilmu, dan popularitas adalah titipan Tuhan yang bersifat sementara. Ia berharap para pejabat di lingkungan ATR/BPN dapat menjaga amanah tersebut dengan integritas tinggi.
“Jabatan adalah tanda kepercayaan sekaligus ujian. Oleh karena itu, pejabat tidak seharusnya menyalahgunakan amanah tersebut, apalagi sampai mempersulit urusan rakyat. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini diridhoi,” ujar UAS.
Kegiatan silaturahim ini turut dihadiri oleh jajaran penting, di antaranya Staf Khusus Menteri Bidang Reforma Agraria Rezka Oktoberia, Kakanwil BPN Riau Nurhadi Putra, serta jajaran petinggi Polda Riau termasuk Wakapolda Riau Hengki Haryadi dan Dirreskrimum Polda Riau Hasyim Risahondua.
Kehadiran para petinggi kepolisian ini juga menandakan sinergi kuat antara Kementerian ATR/BPN dan aparat penegak hukum dalam mengawal isu-isu pertanahan di Bumi Lancang Kuning.

