Rekor Stok Beras Nasional Tembus 4,9 Juta Ton, Mentan Amran, Ini Capaian Terbesar Sepanjang Sejarah RI

Rosyidin S
Kamis, April 23, 2026 | 20.20 WIB Last Updated 2026-04-23T12:20:21Z
Tinjau: Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bersama jajaran akademisi meninjau langsung Gudang Bulog di Sidorejo, Jatim, (Foto: IstimewaMP).

SIDOARJO, MANDALIKAPOST.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama jajaran akademisi, guru besar, dan aktivis mahasiswa meninjau langsung Gudang Bulog di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4) beberapa hari yang cerah.


Peninjauan ini dilakukan untuk membuktikan melimpahnya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini mencatatkan angka historis sebesar 4,9 juta ton secara nasional.


Angka tersebut didukung kuat oleh kontribusi Jawa Timur yang menyumbang sekitar 1,2 juta ton. Begitu melimpahnya stok pangan tahun ini, Perum Bulog bahkan dilaporkan harus menambah kapasitas penyimpanan dengan menyewa 205 unit gudang tambahan di berbagai wilayah.


Dalam dialog interaktif di lokasi, Mentan Amran menegaskan bahwa kondisi pangan Indonesia saat ini berada di titik terkuatnya. Ia mengajak elemen mahasiswa untuk tidak hanya mendengar data, tetapi melihat langsung realita di lapangan guna menepis opini negatif yang tidak berdasar.


"Banyak enggak beras ini? Selama Republik Indonesia merdeka, baru sekarang begini ya? Tidak pernah terjadi kan? Tolong bantu kolaborasi, cek seluruh gudang di Indonesia, silakan mahasiswa, LSM, silakan cek. Jangan kita beropini yang tidak benar," ujar Mentan Amran di hadapan para mahasiswa.


Merespons ajakan tersebut, Koordinator Umum Aliansi BEM Delta Sidoarjo, Sultan Saladin Batubara, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai kepemimpinan Kementerian Pertanian saat ini berhasil membawa Jawa Timur menjadi lumbung pangan utama nasional.


“Per hari ini kita tahu secara nasional ada 4,9 juta ton. Dan menurut saya pribadi, ketika Jawa Timur menyumbang 1,2 juta ton, ini berarti penyumbang beras terbanyak. Kami mahasiswa siap menjadi mitra pemerintah untuk mengawal pendistribusiannya langsung di lapangan,” tegas Sultan.


Kenaikan produksi beras nasional pada tahun 2025 tercatat mencapai 4,07 juta ton atau melonjak 13,29 persen. Total kekuatan stok nasional, termasuk yang tersimpan di masyarakat dan potensi panen, diprediksi mencapai 28 juta ton jumlah yang cukup untuk menjamin ketahanan pangan hingga 11 bulan ke depan.


Mentan Amran juga menyoroti adanya pihak-pihak yang kontra terhadap kedaulatan pangan demi kepentingan impor. Ia secara terbuka mengajak mahasiswa untuk melawan praktik mafia beras yang merugikan petani lokal.


“Kalau ada yang mengatakan tidak swasembada beras, berarti mau impor kan? Kalau mau impor, berarti dia pro pada petani negara lain. Berarti dia mengkhianati petani Indonesia yang 100 juta orang. Jadi kita harus lawan ya? Kita lawan mafia,” pungkas Amran.


Menutup peninjauannya, Mentan menekankan bahwa status swasembada ini bukan sekadar klaim sepihak. Data tersebut telah diverifikasi oleh lembaga kredibel mulai dari Badan Pusat Statistik (BPS), Food and Agriculture Organization (FAO), hingga United States Department of Agriculture (USDA).


Fenomena penuhnya gudang hingga antrean distribusi di luar kapasitas normal menjadi bukti fisik bahwa Indonesia tengah menikmati masa keemasan produksi padi, sekaligus memperkuat posisi tawar petani di dalam negeri.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rekor Stok Beras Nasional Tembus 4,9 Juta Ton, Mentan Amran, Ini Capaian Terbesar Sepanjang Sejarah RI

Trending Now