![]() |
| Antar: Seorang Ojek Rinjani-Lombok saat mengantar pengunjung naik Gunung Rinjani jalur Kandang Sapi Bawak Nao, (Foto: Rosyidin/MP). |
Bukan sekadar mencari nafkah, kelompok ojek yang dikomandoi oleh Juliadi atau yang akrab disapa Bapak Leo ini menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk kegiatan bakti sosial dan pembangunan tempat ibadah.
Ketua Ojek Lingkar Rinjani, Juliadi, mengungkapkan bahwa setiap pendapatan yang mereka peroleh dari jasa mengantar pengunjung memiliki jatah khusus bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dari tarif Rp200.000 untuk sekali jalan ke Pos 2, para anggota secara swadaya menyisihkan dana untuk membantu masjid-masjid di seluruh Kecamatan Sembalun.
"Dari budget itu, kami swadaya untuk masjid Kecamatan Sembalun yang membutuhkan. Seperti kemarin, ada yang butuh material semen di masjid Bumbung, kami langsung datangkan. Intinya untuk wilayah Sembalun," ujar Juliadi saat ditemui di pos keberangkatan Kandang Sapi, Sabtu (18/4).
Komitmen berbagi ini bukan sekadar gerakan sporadis. Juliadi menjelaskan bahwa setiap minggunya, kelompok ini mampu menyalurkan dana rata-rata sebesar Rp2.100.000 untuk keperluan masjid. Tak hanya sarana ibadah, kepedulian mereka juga menyasar warga yang sedang sakit atau kurang mampu.
"Untuk per minggunya, kami keluarkan untuk masjid itu Rp2.100.000. Kami juga membantu fasilitas bagi orang sakit atau warga yang kurang mampu. Itu semua murni dari hasil keringat anggota di jalan," tambahnya.
Kelompok yang kini beranggotakan 42 orang ini memiliki sejarah panjang yang tidak mudah. Dimulai pada tahun 2010 dengan hanya lima orang anggota, mereka sempat mengalami masa-masa sulit, termasuk harus kucing-kucingan dengan petugas sebelum akhirnya diakui secara resmi.
![]() |
| Ojek: Pangkalan ojek Rinjani di Kandang Sapi, Bawak Nao, Sembalun, (Foto: Rosyidin/MP). |
Secara teknis, keberadaan ojek ini sangat membantu para pendaki. Jika berjalan kaki menuju Pos 2 memerlukan waktu sekitar 3 jam, dengan jasa ojek ini, pendaki hanya membutuhkan waktu 30 menit. Selain memangkas waktu, para tukang ojek ini juga bertanggung jawab terhadap kelestarian jalur pendakian.
Jika kondisi jalur mengalami kerusakan parah, para anggota tidak tinggal diam. Mereka secara kolektif melakukan perbaikan jalur secara swadaya agar keamanan pendaki tetap terjaga.
Melalui gerakan ini, Bapak Leo dan kawan-kawan ingin membuktikan bahwa profesi ojek gunung bukan hanya soal jasa transportasi, melainkan juga tentang pengabdian sosial dan semangat berbagi antar sesama di kaki Gunung Rinjani.


