Cipayung Plus Kepung Kantor Bupati Lotim, Kecewa Berat Pejabat Teras Mangkir Temui Massa

Rosyidin S
Selasa, Mei 05, 2026 | 20.10 WIB Last Updated 2026-05-05T12:10:18Z
Aksi: Aliansi Cipayung Plus Lombok Timur saat gelar aksi damai di kantor Bupati dan DPRD Lombok Timur, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Ratusan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus Lombok Timur (Lotim) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Bupati Lotim, Selasa (5/5).


Namun, semangat membara para mahasiswa ini berujung kekecewaan mendalam setelah Bupati, Wakil Bupati, hingga Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim diketahui tidak berada di tempat.


Aksi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional ini membawa sederet rapor merah dan isu krusial, mulai dari carut-marut BUMD, program makan gizi gratis, kesejahteraan guru dan buruh, hingga kondisi ruang belajar di Lotim yang dinilai memprihatinkan.


Pantauan di lapangan, tensi sempat memanas saat massa aksi mencoba merangsek masuk ke dalam gedung kantor. Aksi saling dorong dengan aparat keamanan yang berjaga ketat tak terhindarkan. Pagar betis petugas sempat menjadi penghalang sebelum akhirnya negosiasi meredam suasana, dan mahasiswa diizinkan masuk untuk berorasi di halaman kantor.


Meski telah berada di jantung pusat pemerintahan daerah, harapan mahasiswa untuk berdialog langsung dengan pimpinan daerah pupus. Kepala Bakesbangpoldagri Lotim, Mustopa, yang hadir di tengah massa, menegaskan bahwa para pucuk pimpinan sedang tidak ada di kantor.


"Pak Bupati, Wabup, dan Sekda Lotim saat ini memang tidak berada di tempat," tegas Mustopa di hadapan massa yang mulai memanas.


Ketidakhadiran para pejabat ini memicu orasi-orasi pedas dari para aktivis Cipayung Plus. Secara bergantian, mereka naik ke atas mimbar bebas menyuarakan kekecewaan atas apa yang mereka sebut sebagai pengabaian aspirasi rakyat.


"Kami datang membawa jeritan guru-guru yang tidak sejahtera, kami membawa fakta ruang kelas yang hampir roboh, tapi apa sambutannya? Lagi-lagi alasan klasik tidak ada di tempat! Kami sangat kecewa pimpinan daerah seolah menutup telinga dari aspirasi ini," teriak Yandis, salah satu orator aksi dengan suara lantang.


Yandis pun, melanjutkan oratornya dengan nada yang tak kalah garang. Menurutnya, kehadiran mereka bukan sekadar seremoni, melainkan membawa amanat penderitaan rakyat Lotim.


"Hari ini adalah momentum besar, Hari Buruh dan Hari Pendidikan. Tapi pimpinan kita justru tidak ada saat rakyatnya ingin bicara soal perut buruh dan masa depan pendidikan di Lotim. Ini adalah bentuk matinya demokrasi di tanah patuh karya," serunya disambut riuh massa.


Setelah merasa tidak mendapatkan respon dari pihak eksekutif, massa aksi melakukan aksi simbolis dengan mengelilingi kantor Bupati sebelum akhirnya membubarkan diri dengan tertib.


Namun, perjuangan tidak berhenti di sana. Ratusan mahasiswa tersebut langsung bergerak menuju Kantor DPRD Lombok Timur untuk melanjutkan tuntutan mereka, dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Mereka berjanji akan terus mengawal isu-isu daerah hingga mendapatkan jawaban konkret dari para pemangku kebijakan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Cipayung Plus Kepung Kantor Bupati Lotim, Kecewa Berat Pejabat Teras Mangkir Temui Massa

Trending Now