![]() |
| Damai: Kedua belah pihak antara keluarga korban dengan pengemudi berdamai di Polsek Sembalun, (Foto: Istimewa/MP). |
Insiden yang terjadi sekitar pukul 18.00 WITA tersebut diduga dipicu oleh laju kendaraan roda empat yang hilang kendali saat melintasi jalanan menikung.
Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri, membenarkan peristiwa laka lantas tersebut. Menurutnya, kecelakaan bermula ketika mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi L 1906 DAA yang dikemudikan oleh Miftah Luthfi (30), seorang mahasiswa asal Semarang, melaju dari arah Sembalun menuju Lombok Utara.
Setibanya di tikungan jembatan Dusun Longken, Desa Sajang, pengemudi kendaraan roda empat (R4) tersebut diduga memacu kendaraannya dengan kecepatan cukup tinggi. Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan (Bayan menuju Sembalun), datang dua unit sepeda motor Honda Beat yang dikendarai oleh rombongan mahasiswi asal Pemenang, Lombok Utara.
"Pengemudi kendaraan R4 diduga melaju dengan kecepatan tinggi sehingga pada saat memasuki jalur menikung, yang bersangkutan tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya. Akibatnya, kendaraan tersebut menabrak pengendara R2 (roda dua) yang datang dari arah depan," ujar IPTU Lalu Subadri dalam keterangannya, Jumat malam.
Tak berhenti di situ, setelah menghantam motor, mobil Xenia tersebut baru berhenti setelah menabrak tembok pembatas jalan di lokasi kejadian.
Kecelakaan ini melibatkan dua unit Honda Beat, yakni dengan nomor polisi DR 5104 ED yang dikendarai oleh Safira Haeria (23) berboncengan dengan Sakila Maulida (20), serta Honda Beat DR 5041 RE yang dikendarai oleh Silva Faoza (27) berboncengan dengan Minnatul Maula (20).
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Para pengendara motor hanya mengalami luka lecet pada bagian kaki, sementara pengemudi mobil dilaporkan dalam keadaan sehat tanpa luka. Namun, kerugian materiil cukup signifikan terlihat dari kondisi bagian depan mobil Xenia yang mengalami ringsek parah.
IPTU Lalu Subadri menjelaskan bahwa setelah dilakukan mediasi antara pihak keluarga pengendara motor dan pengemudi mobil, kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan perkara ini ke ranah hukum.
"Setelah dilakukan koordinasi dan pertemuan antara pihak keluarga pengendara R2 dengan pengemudi R4, para pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan laka lantas ini secara kekeluargaan atau melalui mekanisme problem solving," jelas Kapolsek.
Meski berakhir damai, pihak Kepolisian Sektor Sembalun tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi para korban di Puskesmas Sembalun. IPTU Lalu Subadri juga memberikan penekanan terkait aspek keselamatan berkendara di wilayah Sembalun yang memiliki karakteristik jalanan berkelok.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan agar tetap mengedepankan aspek safety riding dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi medan jalan yang menikung dan curam. Kurangnya kehati-hatian dalam mengontrol kecepatan menjadi faktor utama terjadinya laka lantas ini," tegasnya.
Saat ini, situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif, dan pihak kepolisian tetap melakukan koordinasi intensif dengan tenaga medis untuk memastikan pemulihan para korban luka.

