![]() |
| CKG: Kepala Puskesmas Selong, Baiq Lilik Setiawati saat ditemui di ruang kerjanya, (Foto: Rosyidin/MP). |
Kepala Puskesmas (Kapus) Selong, Baiq Lilik Setiawati, menegaskan bahwa layanan CKG tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara rutin adalah kunci utama dalam menekan angka fatalitas penyakit.
"CKG tetap kita lakukan, terutama untuk perempuan guna mengantisipasi adanya kanker pada rahim, baik itu pada usia produktif maupun remaja," ujar Lilik saat ditemui pada Rabu (6/5) kemarin.
Lilik menyoroti fenomena medis yang cukup mengkhawatirkan belakangan ini. Jika dahulu penyakit degeneratif seperti gagal ginjal dan diabetes melitus identik dengan lansia, kini kasus tersebut banyak ditemukan pada anak-anak dan remaja. Hal ini disinyalir kuat akibat pola konsumsi makanan dan minuman instan yang tidak sehat.
"Apalagi sekarang ada beberapa anak yang mengalami gagal ginjal dan thalasemia karena makanan yang dikonsumsi. Seperti kencing manis, kalau dulu biasa yang terkena orang tua, tapi sekarang banyak kita temukan usia anak-anak bahkan remaja yang harus cuci darah," tambahnya.
Ia mengimbau para orang tua untuk lebih waspada terhadap jajanan kemasan yang mengandung pemanis buatan, karena menjadi salah satu pemicu utama kerusakan fungsi ginjal pada anak.
Untuk mendapatkan layanan ini, masyarakat tidak perlu khawatir dengan birokrasi yang rumit. Lilik menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan maksimal ini bisa diakses hanya dengan membawa identitas diri.
"Syarat untuk pelayanan Cek Kesehatan Gratis cuma dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), warga langsung bisa mendapatkan pelayanan," jelasnya.
Meski akses sudah dipermudah, Lilik mengakui tantangan terbesar adalah rasa takut masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka sendiri. Banyak warga yang enggan memeriksakan diri karena khawatir akan beban pikiran jika terdiagnosis penyakit tertentu.
"Banyak yang tidak berani CKG agar tidak ingin tahu penyakitnya karena takut kepikiran. Padahal akan lebih baik jika kita mengetahuinya sejak dini sehingga pengobatannya menjadi lebih ringan," tegas Lilik.
Upaya masif Puskesmas Selong membuahkan hasil yang signifikan. Pada tahun 2026 ini, Puskesmas Selong berhasil mencapai angka cakupan 96%, jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar 45%.
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi jemput bola yang dilakukan. Selain di gedung Puskesmas, layanan CKG juga dilaksanakan secara rutin di Posyandu dan tingkat kelurahan. Pihak Puskesmas juga aktif memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi layanan.
Menutup keterangannya, Lilik berharap kesadaran mandiri masyarakat terus meningkat. Ia menyarankan setiap warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin minimal satu tahun sekali demi menjaga kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.

