Mentan Amran Gandeng Mahasiswa Jadi Tulang Punggung Swasembada dan Hilirisasi Pertanian

Rosyidin S
Kamis, Mei 07, 2026 | 08.30 WIB Last Updated 2026-05-07T00:30:23Z
Diskusi: Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman gelar diskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa di Jakarta, (Foto: Istimewa/MP).

JAKARTA, MANDALIKAPPST.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara terbuka merangkul generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam peta jalan pertanian nasional.


Dalam diskusi bersama sekitar 100 perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia, Rabu (6/5/2026), Amran menegaskan bahwa mahasiswa adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan yang akan menentukan arah masa depan bangsa.


Mentan Amran menekankan bahwa tantangan sektor pertanian tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Menurutnya, sinergi lintas generasi menjadi syarat mutlak bagi keberlanjutan pembangunan.


“Ini tidak bisa kita bangun jalan sendirian, tapi butuh kolaborasi. Mahasiswa kita libatkan, kita beritahu apa program-program unggulan pemerintah, apa tujuannya, dan apa yang sudah dicapai hari ini,” ujar Amran di hadapan para aktivis kampus.


Pemerintah saat ini tengah fokus meletakkan fondasi pertanian modern yang kuat. Amran mengingatkan para mahasiswa agar mulai mengisi diri dengan kapasitas yang mumpuni serta mentalitas petarung untuk menjaga kedaulatan pangan, termasuk menghadapi praktik ilegal yang merusak sistem.


“Anak-anakku, kalian harus percaya diri, kalian hebat. Cita-cita digantung setinggi-tingginya, dikejar jangan diam. Anda nanti yang melanjutkan perjuangan kita melawan mafia dan pihak yang merugikan bangsa,” tegasnya menyemangati.


Sebagai bagian dari *check and balances*, Mentan menyatakan keterbukaan pemerintah terhadap kritik dari kalangan akademisi. Namun, ia menggarisbawahi bahwa kritik yang disampaikan haruslah objektif dan berbasis data faktual agar dapat menjadi solusi penyempurnaan kebijakan.


Ia mencontohkan keberhasilan akselerasi swasembada pangan yang melampaui target awal sebagai bukti kerja keras yang nyata.


“Kalau ada yang keliru, ayo kita sempurnakan. Kami ingin menyampaikan fakta data. Negara butuh kritik konstruktif. Dulu aku janji 4 tahun swasembada, berubah 1 tahun, dan tahun ini kita sudah swasembada,” ungkap Amran.


Salah satu warisan besar yang sedang dipersiapkan bagi generasi mendatang adalah hilirisasi komoditas strategis, khususnya kelapa sawit. Mentan memaparkan bahwa nilai tambah dari pengolahan produk turunan sawit memiliki potensi ekonomi yang sangat fantastis bagi devisa negara.


“Ini sawit untuk generasi muda nanti. 3 juta kita sewa, kita olah, kita hilirisasi, itu nilai tambahnya luar biasa. Nilainya kurang lebih hampir kurang lebih Rp1.000 triliun. Dan itu untuk negara, untuk mereka nanti,” jelasnya.


Menutup diskusi tersebut, Mentan Amran kembali mengingatkan bahwa keterlibatan mahasiswa bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan sejarah.


"Siapa yang mau lanjutkan, kalau bukan mahasiswa," pungkasnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mentan Amran Gandeng Mahasiswa Jadi Tulang Punggung Swasembada dan Hilirisasi Pertanian

Trending Now