Bangun Ekosistem Terintegrasi, Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam 3 Tahun

Rosyidin S
Rabu, Juni 17, 2026 | 19.34 WIB Last Updated 2026-06-17T11:34:16Z
Ekosistem: Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman. (Foto: Istimewa/MP).

JAKARTA, MANDALIKAPOST.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah agresif untuk memutus rantai ketergantungan impor bawang putih. Melalui pembangunan ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir mulai dari penyediaan benih hingga kepastian pasar konsumsi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada bawang putih nasional dalam waktu tiga tahun ke depan.


Langkah strategis ini diambil demi menjalankan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menghendaki kemandirian pangan nasional, khususnya pada komoditas bawang putih yang selama ini didominasi produk impor.


"Bapak Presiden ingin swasembada. Karena itu ekosistemnya kita bangun dari benih sampai konsumsi. Dulu pendekatannya parsial sehingga tidak jalan. Sekarang kita kawal bersama, tiga tahun insyaallah bisa swasembada," ujar Mentan Amran dalam pertemuan bersama petani penangkar, PTPN, ID Food, Bulog, dan pemangku kepentingan lainnya di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).


Mentan Amran menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah membenahi sektor perbenihan guna mendongkrak produksi. Tidak hanya memberikan bantuan fisik, pemerintah juga hadir sebagai penggerak ekonomi dengan menyiapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk bawang putih basah. Langkah ini diambil guna memberikan kepastian usaha dan menjamin keuntungan yang layak bagi para petani.


"Kita support petani. HPP bawang putih basah disiapkan supaya petani tidak rugi. Pemerintah hadir sebagai trigger untuk menggerakkan produksi bawang putih nasional. Swasta, kami kawal. Dan impor kita tekan kerannya," tegas Amran.


Dalam skema ekosistem baru ini, bantuan benih akan difokuskan untuk memperkuat kapasitas produksi benih nasional. Hasil benih dari petani, pihak swasta, maupun PTPN III nantinya akan diserap langsung oleh BUMN Pangan, yakni ID Food dan Bulog. Benih tersebut kemudian didistribusikan kembali untuk memperluas areal tanam di berbagai daerah.


"Silakan menjadi penangkar, kemudian jual ke ID Food, Bulog. Ekosistem ini harus berjalan dari benih sampai konsumsi. Gudang dan penyerapan akan kita siapkan bersama Bulog dan ID Food. HPP dan HET (Harga Eceran Tertinggi) ditentukan supaya semua jelas dan tidak ada yang dirugikan," tambah Mentan.


Selain intervensi harga dan benih, Kementan juga akan menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan), seperti kultivator. Menariknya, alsintan ini akan diberikan dalam bentuk pinjaman yang dikelola secara bergilir antarkelompok tani agar pemanfaatannya lebih luas dan berkelanjutan.


Komitmen kuat pemerintah ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para pelaku usaha di tingkat tapak. Bedjo Supriyanto, seorang petani penangkar bawang putih asal Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengaku optimis dengan arah kebijakan baru ini. Bagi Bedjo, intervensi menyeluruh seperti ini adalah momen langka yang sudah dinantikan para petani selama puluhan tahun.


"Alhamdulillah, ini menjadi momentum yang sangat ditunggu petani bawang putih. Selama lebih dari 20 tahun kami bertani, baru sekarang bawang putih mendapat panggung. Dengan adanya kepastian harga, pembeli, dan dukungan dari hulu sampai hilir, petani akan lebih semangat meningkatkan produksi," kata Bedjo sumringah.


Bedjo meyakini bahwa sinergi solid antara petani, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya akan menjadi fondasi kokoh untuk mengikis ketergantungan pada pasar luar negeri.


"Kami punya cita-cita agar petani bawang putih Indonesia bisa berdiri di kaki sendiri. Memang membutuhkan proses, tetapi dengan momentum ini kami optimistis suatu saat kebutuhan bawang putih nasional dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bangun Ekosistem Terintegrasi, Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam 3 Tahun

Trending Now