Kebakaran di Bukit Sempana Hanguskan 282 Hektar Lahan, Api Berhasil Dipadamkan dan Jalur Pendakian Ditutup Sementara

Rosyidin S
Kamis, Juni 11, 2026 | 21.28 WIB Last Updated 2026-06-11T13:28:44Z

Karhutla: Tim gabungan Balai KPH Wilayah II NTB berjibaku memadamkan api di bukit Sempana. (Foto: Istimewa/MP).

MNADALIKAPOST.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Bukit Sempana, Kecamatan Sembalun, berhasil dipadamkan oleh tim gabungan setelah berjuang selama dua hari satu malam. Berdasarkan data lansiran pihak terkait, total luas lahan yang terbakar sejak tanggal 9 hingga 11 Juni mencapai 282 hektar.


Akibat peristiwa ini, pengelola memutuskan untuk menutup total aktivitas pendakian demi keselamatan pengunjung.


Kepala Resort Sembalun Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II Nusa Tenggara Barat (NTB), Saepandi, membenarkan bahwa titik api terakhir di sekitar area puncak dan jalur atas kini sudah berhasil dijinakkan. Kendati demikian, proses pemadaman sempat mengalami kendala besar akibat kondisi geografis yang ekstrem.


"Untuk pemadamannya, medan yang curam dan (menyebabkan) terlambatnya pemadaman itu. Medan-medan terus peralatan sih adanya kelihatan biasa, kita pakai alat dari bawah. Otomatis bawa diri kita sendiri aja itu udah berat," ujar Saepandi saat ditemui di Sembalun, Kamis (11/6).


Terkait pemicu kebakaran, Saepandi mengindikasikan adanya faktor aktivitas manusia di luar sektor pariwisata, salah satunya adalah dugaan tindakan pemburuan liar di medan inti. Guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang, ia menyarankan agar pihak pengelola mulai membuat sekat bakar di titik-titik rawan tanpa merusak estetika alam.


"Saran untuk ke pengelola supaya bikin sekat bakar, tapi tidak menghalangi view-nya," tambahnya.


Merespons dampak pasca kebakaran, pihak pengelola Bukit Sempana mengambil langkah tegas dengan menutup sementara seluruh aktivitas wisata, baik untuk pelancong tektok (mendaki langsung turun) maupun yang hendak berkemah (camping).


Pengelola Bukit Sempana, Sipawarman, menjelaskan bahwa penutupan ini direncanakan berlangsung selama satu hingga dua pekan ke depan berdasarkan kesepakatan bersama seluruh tim pengelola. Langkah ini diambil karena kondisi pasca kebakaran dinilai masih membahayakan kesehatan dan keselamatan para pendaki.


"Kita tidak berani jamin antara kesehatan pengunjung yang baik tektok maupun berkemah, sebab dari debu-debu yang sudah kita kebakaran itu jadi kita tidak bisa jamin keselamatan mereka. Makanya itu sebabnya untuk sementara waktu kita tutup dulu," kata Sipawarman.


Sipawarman menambahkan, area puncak Bukit Sempana dilaporkan habis terbakar. Beruntung, vegetasi di sekitar lokasi utama perkemahan (camping ground) yang didominasi pohon-pohon besar relatif aman, dan api hanya membakar rumput-rumput di bagian bawah permukaan.


Selama masa penutupan ini, pihak pengelola tidak akan tinggal diam. Berdasarkan hasil rapat internal di basecamp utama, mereka akan memanfaatkan momentum ini untuk melakukan evaluasi total, membersihkan sampah, serta memperbaiki infrastruktur jalur pendakian yang rusak atau berbahaya bagi wisatawan.


"Alih-alih vakum, ini ide yang teman-teman keluarin untuk sementara ditutup ini kita memperbaiki jalan, rute-rute yang mana yang memang berbahaya itu akan kita perbaiki, baik di basecamp tempat dan segalanya lah, baik itu sampah maupun (fasilitas) belum diperbaiki kita perbaiki semuanya," jelas Sipawarman hangat.


Tim gabungan yang terdiri dari Polisi Kehutanan (Polhut), TNI, Kepolisian, Damkar KPH, serta masyarakat pengelola setempat kini terus memantau situasi di lapangan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa.


Jika kondisi dirasa sudah benar-benar aman dan pembenahan jalur selesai, kawasan wisata Bukit Sempana ditargetkan akan dibuka kembali sebelum momen peringatan Kemerdekaan RI.


"Insya Allah kalau sebelum hari 17 (Agustus) itu kita buka. Sebelum bulan Agustus ya, nanti kita kesepakatan teman-teman sih, insya Allah seminggu sebelum 17," pungkasnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kebakaran di Bukit Sempana Hanguskan 282 Hektar Lahan, Api Berhasil Dipadamkan dan Jalur Pendakian Ditutup Sementara

Trending Now