![]() |
| Evakuasi: Anggota Polsek Sembalun indentifikasi awal penyebab kecelakaan. Foto: Istimewa/MP). |
Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media pada Selasa malam.
"Benar telah terjadi laka tunggal (out of control) yang melibatkan satu unit Truk Dyna Turbo bermuatan air minum kemasan. Kendaraan tersebut mengalami gagal fungsi pengereman saat melintasi jalur menurun di kawasan Pusuk Sembalun," ujar IPTU Lalu Subadri.
Peristiwa bermula ketika truk yang dikemudikan oleh Syarif Hidayat (31), warga Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, bergerak dari gudang distribusi di Mamben Daya. Truk tersebut mengangkut muatan air minum kemasan merek Narmada dan Rafa berupa galon serta berbagai kemasan dus dengan total tonase mencapai 4,5 ton untuk didistribusikan ke sejumlah toko di wilayah Sembalun.
Nahas, saat kendaraan melaju di turunan Jalan Pariwisata Sembalun, sistem pengereman truk mendadak tidak berfungsi.
"Berdasarkan hasil olah TKP awal dan keterangan saksi, kendaraan datang dari arah atas dan pengemudi sudah mengantisipasi medan dengan menggunakan gigi rendah (gigi 1). Namun, sekitar 20 meter sebelum titik balik kendaraan terguling, armada mengalami rem blong," jelas Kapolsek Sembalun.
Meskipun pengemudi telah berupaya melakukan tindakan darurat (emergency braking) untuk menghentikan laju kendaraan, fatalitas tidak dapat dihindarkan.
"Pengemudi sudah berupaya maksimal mengendalikan laju kendaraan dengan menarik rem tangan (hand brake) serta memaksimalkan rem angin. Namun, karena beban muatan dan kontur jalan yang menurun tajam, kendaraan tetap tidak dapat dikendalikan hingga akhirnya overturn (terguling) ke pinggir jalan," tambah IPTU Lalu Subadri.
Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi beserta dua orang kondektur, yakni Bahrul Maulidan (warga Mamben Daya) dan Suhaenul (warga Desa Lekong Pulut, Kecamatan Suela), ikut terperosok ke pinggir jalan bersama badan truk yang terguling. Muatan air mineral tonase 4,5 ton pun berserakan di sekitar lokasi kejadian.
Petugas kepolisian bersama warga setempat segera melakukan evakuasi terhadap para korban di tempat kejadian perkara (TKP).
"Ketiga korban yang berada di dalam kabin langsung dievakuasi oleh petugas bersama warga dari TKP dan segera dilarikan ke Puskesmas Sembalun untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif," pungkas IPTU Lalu Subadri.
Saat ini, kasus kecelakaan tunggal tersebut telah ditangani oleh unit penegakan hukum (Gakkum) Satlantas Polres Lombok Timur guna penyelidikan dan proses evakuasi bangkai kendaraan lebih lanjut. Pengendara yang hendak melintasi jalur Sembalun diimbau untuk selalu memeriksa kelaikan fungsi kendaraan (ramp check) secara berkala mengingat medan jalan yang ekstrem.

