Sinergi BAZNAS dan Pemkab Lotim Cetak Petani Mandiri Lewat Sekolah Lapang Pengendalian Hama

Rosyidin S
Rabu, Juni 24, 2026 | 16.54 WIB Last Updated 2026-06-24T08:54:07Z
Pertanian: Sekertaris BAZNAS Lombok Timur, Nurul Hadi, M.Pd serahkan sertifikat pelatihan kepada anggota kelompok tani secara simbolis. (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur resmi menutup program Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) pada Selasa (23/6) pagi.


Kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Masbagik ini merupakan langkah nyata dalam menyukseskan Program Lumbung Pangan BAZNAS periode 2025-2026 demi mewujudkan kemandirian ekonomi para mustahik (penerima manfaat).


Acara penutupan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Lombok Timur Drs. H. Muhammad Kamli, Sekretaris BAZNAS Nurul Hadi, M.Pd., serta Staf Khusus (Stafsus) Bupati Lombok Timur Bidang Pertanian H. Badar, dan jajaran perangkat desa setempat.


Program Sekolah Lapangan ini dirancang untuk membekali petani binaan dengan teknik pengendalian hama yang ramah lingkungan dan efisien. Melalui pendekatan terpadu, para petani diharapkan mampu mendongkrak produktivitas hasil panen sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pertanian di Lombok Timur.


Ketua BAZNAS Lotim, Drs. H. Muhammad Kamli, memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme para petani selama menyerap ilmu di program ini. Ia menegaskan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang.


"Program Lumbung Pangan BAZNAS ini bukan sekadar bantuan stimulan, melainkan investasi jangka panjang untuk kemandirian ekonomi mustahik. Dan mudah-mudahan Allah SWT memberikan nikmat kepada kita, yaitu kebermanfaatan untuk kemaslahatan ummat, khususnya jamaah-jamaah kelompok tani beserta keluarganya," ujar Kamli dalam sambutannya.


Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para peserta. Meski telah mendapatkan banyak bekal ilmu, para petani mengaku masih ingin terus berkembang dan berharap program pemberdayaan ini memiliki keberlanjutan.


"Kami merasa masih banyak kekurangan dan perlu terus belajar. Oleh karena itu, mewakili seluruh pengurus dan anggota Kelompok Tani Sukadamai 1, kami sangat berharap program seperti ini tidak berhenti di sini. Kami berharap ada program lanjutan dari BAZNAS," ungkap perwakilan Kelompok Tani Sukadamai 1, Dusun Tangga, Desa Masbagik Timur.


Dukungan penuh juga datang dari pemerintah daerah. Kehadiran Stafsus Bupati Bidang Pertanian, H. Badar, mempertegas sinergi antara kebijakan daerah dan program pemberdayaan berbasis zakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas serta kedaulatan pangan dari tingkat desa hingga kabupaten.


Di akhir acara, BAZNAS Lombok Timur mengajak masyarakat untuk terus mendukung program kemanusiaan ini. Dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui rekening resmi BAZNAS Lombok Timur terbukti mampu menjadi benih harapan yang mengubah kehidupan para petani menjadi lebih mandiri, berdaya, dan penuh keberkahan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sinergi BAZNAS dan Pemkab Lotim Cetak Petani Mandiri Lewat Sekolah Lapang Pengendalian Hama

Trending Now