![]() |
| El Nino: Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, (Foto: Istimewa/MP). |
Langkah cepat ini diperlukan guna mengantisipasi prediksi fenomena El Nino atau kekeringan ekstrem di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berpotensi menurunkan debit air baku dan memicu gelombang protes warga.
Hal tersebut ditegaskan Bupati saat memimpin Rapat Pertanggungjawaban Direksi PDAM Kabupaten Lombok Timur, Rabu (8/7).
Dalam arahannya, Haerul Warisin menyoroti pentingnya pemenuhan hak air bersih bagi masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Selatan Lombok Timur. Ia mengakui bahwa wilayah tersebut saat ini sangat terbantu oleh optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) hingga ke kawasan Batu Nampar dan sekitarnya.
Namun, kewaspadaan tidak boleh kendur karena wilayah Selatan tetap membutuhkan perhatian ekstra saat kemarau melanda.
Bupati meminta Direktur Utama PDAM beserta jajaran untuk bertindak bijaksana dan menjaga kedekatan dengan masyarakat agar pasokan air ke wilayah selatan tidak terganggu selama musim kemarau.
"Hari ini kita boleh berbangga dengan capaian yang ada, namun kita harus tetap waspada menghadapi bulan Agustus dan September mendatang. Kita berdoa agar prediksi kekeringan dari BMKG tidak terjadi. Namun, secara internal, PDAM harus fokus pada langkah mitigasi dan pencarian solusi konkret," tegas Haerul Warisin di hadapan jajaran manajemen.
Sebelum memberikan peringatan tersebut, Bupati menyempatkan diri untuk menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras yang telah ditunjukkan oleh seluruh jajaran PDAM. Ia menegaskan bahwa data capaian yang dipaparkan oleh Direktur Utama merupakan kondisi riil di lapangan yang validitasnya diakui dengan baik.
Manajemen PDAM juga mendapat pujian karena dinilai memiliki respons cepat dan kesigapan yang tinggi dalam menangani setiap laporan kebocoran pipa di tengah masyarakat. Meski demikian, Haerul mengingatkan seluruh jajaran agar tidak cepat terlena oleh pujian yang datang. Menurutnya, setiap sanjungan sering kali menjadi awal dari kejatuhan jika tidak disikapi dengan bijak dan rendah hati.
Selain fokus pada mitigasi bencana kekeringan, rapat tersebut juga membahas kerugian yang dialami PDAM akibat kerusakan infrastruktur. Menyikapi kerugian akibat kerusakan pipa yang kerap dipicu oleh proyek pelebaran jalan atau pembuatan gorong-gorong, Bupati menekankan perlunya regulasi atau aturan tegas yang disepakati bersama sebelum proses pembongkaran jalan dilakukan.
Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kebocoran pasokan air dan menjaga performa pelayanan PDAM tetap prima bagi masyarakat Lombok Timur.

