Dinkes Lombok Timur Luncurkan Program CKG, Targetkan 19.600 Warga Di Rontgen untuk Deteksi Dini TBC

Rosyidin S
Jumat, Juli 17, 2026 | 11.14 WIB Last Updated 2026-07-17T03:14:44Z
CKG: Kepela Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrizi, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Timur resmi meluncurkan program pelacakan (tracing) penyakit Tuberkulosis (TBC) yang diintegrasikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Peluncuran program ini dipusatkan di Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, pada Rabu (15/7).


Program strategis ini merupakan inisiatif langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, yang diimplementasikan secara berjenjang melalui Dinas Kesehatan Provinsi hingga ke tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.


Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Fahrizi, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjaring masyarakat yang masuk dalam kategori berisiko tinggi tertular TBC. Deteksi dini tersebut dilakukan secara terpadu dengan memanfaatkan pemeriksaan radiologi.


"Dari hasil (rontgen) itu akan dibaca, kemudian jika berisiko akan dilanjutkan dengan pemeriksaan berikutnya hingga dipastikan statusnya," ujar Lalu Aries kepada saat dikonfirmasi, Jumat (17/6).


Lalu Aries menegaskan bahwa pihak Dinkes berkomitmen penuh untuk mengawal pasien yang terdeteksi positif TBC. Penanganan medis akan diberikan secara intensif dan gratis hingga pasien benar-benar dinyatakan sembuh total.


"Jika minum obat secara teratur selama enam bulan, berdasarkan bukti ilmiah pasien bisa dinyatakan sembuh," tambahnya optimis.


Program tracing massal ini dijadwalkan akan berlangsung maraton mulai bulan Juli hingga akhir tahun 2026. Dinkes Lombok Timur menargetkan program ini dapat menyisir 196 desa yang tersebar di seluruh wilayah Lombok Timur.


Dalam pelaksanaannya, setiap desa dibebankan target untuk memeriksa minimal 100 warga yang berisiko tinggi. Dengan demikian, akumulasi total sasaran yang dibidik dari program integrasi ini mencapai 19.600 orang.


"Hari ini kita mulai pencanangan atau launching di Desa Aikmel. Selanjutnya kegiatan akan dilakukan sesuai desa yang telah ditentukan dalam program," terang Aries.


Kendati memiliki target kuota yang besar, Lalu Aries mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir jika tidak masuk dalam daftar kuota program CKG ini. Upaya penemuan kasus TBC di Lombok Timur dipastikan akan tetap berjalan melalui jalur pelayanan kesehatan dasar.


Masyarakat yang mengalami gejala klinis TBC atau merasa berada di lingkungan berisiko tinggi tetap dipersilakan untuk memeriksakan diri secara mandiri.


"Di luar program ini, kami tetap menggunakan layanan reguler di puskesmas untuk melakukan tracing dan pemeriksaan TBC," pungkas Lalu Aries menutup keterangannya.


Melalui program terintegrasi ini, Pemkab Lombok Timur berharap dapat memutus mata rantai penularan TBC secara signifikan dan mengakselerasi target eliminasi TBC di wilayah Nusa Tenggara Barat.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dinkes Lombok Timur Luncurkan Program CKG, Targetkan 19.600 Warga Di Rontgen untuk Deteksi Dini TBC

Trending Now