Elisabeth Simanjuntak Mengemban Amanah Leluhur untuk Putus Mata Rantai Ketidakadilan

Rosyidin S
Jumat, Juli 03, 2026 | 21.24 WIB Last Updated 2026-07-03T13:24:01Z
Sosok: Ketua Umum BPAN terpilih Elisabeth Simanjuntak, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Jambore Nasional (Jamnas) V Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) resmi menetapkan Elisabeth Simanjuntak sebagai Ketua Umum BPAN periode 2026–2030.


Keputusan tersebut diambil secara musyawarah mufakat dalam rapat pleno organisasi yang berlangsung di wilayah adat Perigi dan Limbungan, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kamis (2/7/2026).


Penetapan Elisabeth menjadi agenda penutup dari rangkaian Jamnas V BPAN yang berhasil mempertemukan ratusan pemuda adat dari tujuh Region Nusantara. Elisabeth, yang berasal dari komunitas Turunan Op. Ronggur Simanjuntak, Sumatera Utara, sebelumnya menjabat di Sekretariat Nasional Bidang Administrasi dan Keuangan BPAN periode 2024–2026.


Dalam pidato perdananya, Elisabeth Simanjuntak menyampaikan rasa terima kasih atas amanah besar yang dipercayakan kepadanya. Ia menegaskan bahwa roda organisasi ke depan akan digerakkan melalui kepemimpinan kolektif bersama seluruh pengurus dan anggota.


"Tanggung jawab menjalankan organisasi ini bukan hanya berada di pundak Ketua Umum, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua sebagai anggota BPAN," ujar Elisabeth di hadapan ratusan kader.


Elisabeth juga menyerukan pentingnya merefleksikan kembali tujuan mendasar organisasi serta merapatkan barisan untuk mengawal hasil-hasil Jamnas, khususnya dalam memperkuat perjuangan hak-hak adat.


"Mari kita refleksikan kembali tujuan organisasi kita. Tugas terbesar kita adalah menjaga dan mengurus wilayah adat. Itu hanya bisa diwujudkan jika kita saling bahu-membahu demi masa depan Masyarakat Adat yang lebih baik," tegasnya.


Menanggapi terpilihnya nakhoda baru BPAN, Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi, memberikan ucapan selamat sekaligus mengingatkan bahwa kepemimpinan ini merupakan tanggung jawab spiritual dan sosial yang berat.


Menurut Rukka, jabatan ini adalah mandat langsung dari tanah leluhur dan seluruh Masyarakat Adat Nusantara yang harus dijalankan dengan ketulusan serta kerja kolektif.


”Selamat kepada Elisabeth Simanjuntak terpilih sebagai Ketua Umum BPAN. Ini amanah dari tanah leluhur, semoga Pencipta dan leluhur Masyarakat Adat selalu menolongmu,” ucap Rukka saat menutup rangkaian Jamnas V BPAN.


Rukka menggarisbawahi bahwa pemuda adat hari ini dihadapkan pada tantangan global yang masif. Ia berharap Elisabeth mampu merangkul generasi muda hingga ke pelosok kampung guna memutus mata rantai ketidakadilan yang masih dialami oleh masyarakat adat di berbagai wilayah.


"Pemuda harus memutuskan mata rantai penjajahan dan ketidakadilan. Mereka yang akan memimpin kita melangkah ke masa depan," kata Rukka.


Ia juga menambahkan bahwa perjuangan pemuda adat tidak hanya menyangkut masa depan komunitasnya, melainkan juga keberlangsungan masa depan bumi beserta seluruh isinya.


Di akhir sambutannya, Rukka menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Masyarakat Adat Perigi dan Limbungan selaku tuan rumah atas kehangatan dan kedaulatan yang mereka tunjukkan selama penyelenggaraan acara.


"Berdaulat, mandiri, dan bermartabat merupakan kenyataan yang bisa kita lihat di wilayah adat Perigi dan Limbungan. Terima kasih atas seluruh kasih sayang, makanan, dan penerimaan yang kami rasakan selama berada di sini," pungkas Rukka.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Elisabeth Simanjuntak Mengemban Amanah Leluhur untuk Putus Mata Rantai Ketidakadilan

Trending Now