Usir Penat Sembari Perkuat Ideologi, Forum Guru Muhammadiyah Lotim Gelar Pelatihan Unik di Serata Kopi

Rosyidin S
Jumat, Juli 10, 2026 | 19.55 WIB Last Updated 2026-07-10T11:55:54Z
Humaria: Forum Guru Muhammadiyah Lombok Timur foto bersama usai acar, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Mengisi waktu libur sekolah dengan kegiatan yang produktif sekaligus menyegarkan pikiran menjadi pilihan cerdas Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Lombok Timur.


Guna mengusir kejenuhan setelah setahun penuh berinteraksi dengan siswa di ruang kelas, FGM Lotim menggelar pelatihan khusus yang dikemas dengan nuansa santai sembari liburan.


Acara yang berlangsung selama satu hari penuh pada Rabu (9/7) kemarin tersebut sengaja ditempatkan di lokasi yang menyatu dengan alam, yakni di Serata Kopi, Desa Sapit, Kecamatan Suela, Lombok Timur. Pilihan lokasi ini diambil untuk menghadirkan suasana baru bagi para pendidik.


Ketua FGM Lombok Timur, Abdul Khalid, S.Pd.I., M.Pd., mengungkapkan bahwa rutinitas mengajar sehari-hari di sekolah kerap memicu rasa jenuh dan penat bagi para guru. Oleh karena itu, kegiatan ini didesain agar tidak monoton.


"Ya, sembari menenangkan hati karena merasa jenuh dan penat setelah berinteraksi dengan para siswa di sekolah. Alasan pemilihan lokasi ini untuk memberikan dan menghadirkan suasana yang baru bagi semua guru Muhammadiyah se-Lombok Timur," ujar Abdul Khalid saat ditemui di sela-sela acara.


Selain sebagai ajang penyegaran (refehsing) sebelum memasuki tahun ajaran baru, Abdul Khalid menegaskan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah memperkuat pondasi ideologi dan spiritual para guru Muhammadiyah.


Menurutnya, tantangan yang dihadapi oleh para guru di sekolah luar biasa berat, sehingga penguatan nilai-nilai perjuangan mutlak diperlukan.


"Tantangan yang dihadapi di sekolah, khusus guru, luar biasa berat. Sehingga kalau tidak membuat pondasi seperti Tauhid, kemudian pandangan tentang nilai-nilai perjuangan di Muhammadiyah, itu bisa menggoyahkan para guru dan kader Muhammadiyah itu sendiri. Forum ini hadir untuk memperkuat pondasi itu," tegasnya.


Ia juga mengakui bahwa pemahaman mengenai ideologi Kemuhammadiyahan di kalangan pendidik bahkan pimpinan institusi masih terbilang kompleks dan perlu terus disegarkan.


"Kami yakin bahwa kegiatan-kegiatan ini kan jarang hadir di tengah-tengah guru Muhammadiyah. Jangankan guru, pimpinan saja memahaminya agak kompleks. Jadi Ideologi ini tetap ada, tetapi kita mengambil faedahnya di dalam unsur fiqih itu. Kalau kita tidak bisa mengerjakan banyak hal, jangan ditinggalkan semua hal," tambahnya filosofis.


Kegiatan strategis ini dihadiri oleh sedikitnya 90 guru Muhammadiyah dari berbagai penjuru Lombok Timur. Guna memberikan bobot materi yang mendalam, FGM Lotim menghadirkan sejumlah tokoh penting sebagai narasumber, antara lain:

 1. Dr. H. Moh. Juhad, M.AP. (Wakil Ketua PDM Lombok Timur) yang bertindak sebagai keynote speaker.

 2. Ust. Dr. Mukhlisin, M.Si. (Ketua MPKSDI PWM NTB) yang mengupas tuntas materi Ideologi Muhammadiyah.

 3. Ust. Drs. Muhammad Ardi Samsuri (Wakil Ketua BAN-PT/BAZNAS Prov. NTB sekaligus Bendahara PWM NTB) yang membawakan materi "Zakat dan Pemberdayaan Ummat".

 4. Ust. M. Arhandika Rahman, Lc. (Ketua Majelis Tarjih, Tajdid, dan Tabligh PDM Lotim) yang membedah "Tuntunan Ibadah Praktis Shalat Sesuai Tarjih Muhammadiyah".


Dalam kesempatan tersebut, Abdul Khalid juga menyoroti fenomena kurikulum di madrasah dan sekolah Muhammadiyah yang dinilainya cenderung ikut-ikutan atau mengekor tren tanpa melihat potensi unik peserta didik. Ia mengingatkan para kepala sekolah agar jeli membaca dinamika masyarakat agar sekolah Muhammadiyah tetap menjadi pilihan utama.


Ia mencontohkan penurunan jumlah siswa seperti yang terjadi di Sekolah Muhammadiyah Pohgading yang awalnya mendapat dua kelas kini berkurang, sementara yang dinilai masih bertahan dengan bagus adalah SMP Muhammadiyah di Masbagik.


Merujuk pada Al-Qur'an Surat Al-Isra' ayat 84, Khalid menjelaskan bahwa Allah SWT secara eksplisit mengapresiasi ragam potensi dan kecenderungan yang dimiliki oleh setiap manusia.


"Kami melihat para pimpinan kepala sekolah, madrasah, dan teman-teman guru tidak menemukan value (nilai ikhlas, nilai utama) di masing-masing sekolah. Misalnya kalau di satu tempat viral tentang Tahfidz, semua ikut Tahfidz. Kalau viral tentang ini, semua mengekor," kritik Khalid.


Ia menekankan bahwa keberhasilan anak didik tidak hanya diukur dari keahlian agama semata, melainkan dari bagaimana potensi mereka dikembangkan secara optimal, baik di bidang perniagaan, olahraga, hingga profesi lainnya.


"Dalam ayat itu dikabarkan bahwa anak didik yang ahli jualan juga diapresiasi, termasuk wartawan. Karena kecenderungan kita berbeda-beda, tidak bisa sama. Berarti tidak bisa juga disamakan siswa yang satu dengan yang lainnya, baik bakat maupun keahlian anak didik kita," uarinya 


"Belum tentu ahli agama itu di agama lebih selamat daripada yang tidak ahli agama. Artinya kan garis tangan masing-masing, dan orang yang dikehendaki Allah itu punya garis nasibnya sendiri," imbuh Khalid.


Di akhir penyampaiannya, Khalid berharap forum satu hari ini dapat merangsang kreativitas sekolah untuk terus memperbarui (update) kurikulum yang adaptif dan tidak monoton demi memajukan sekolah-sekolah Muhammadiyah di Lombok Timur.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Usir Penat Sembari Perkuat Ideologi, Forum Guru Muhammadiyah Lotim Gelar Pelatihan Unik di Serata Kopi

Trending Now