Antrean Panjang Kendaraan di SPBU, Polres Lombok Timur Turunkan Tim Cek Stok dan Jam Operasional

Rosyidin S
Rabu, Agustus 05, 2026 | 18.31 WIB Last Updated 2026-08-05T10:31:38Z
Kelangkaan: Antrian panjang roda dua dan roda empat disalah satu SPBU di Lombok Timur, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com — Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Bersama jajaran Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Polres Lombok Timur menerjunkan tim khusus untuk memantau langsung ketersediaan dan jalur distribusi bahan bakar minyak (BBM) di lapangan.


Kapolres Lombok Timur, AKBP Ariakta Gagah Nugraha, mengonfirmasi bahwa langkah peninjauan langsung ini diambil guna memastikan stok BBM tetap aman dan distribusinya berjalan lancar tanpa hambatan.


“Kami sudah turunkan tim untuk mengecek langsung stok BBM di masing-masing SPBU. Ini penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar AKBP Ariakta Gagah Nugraha saat dimintai tanggapan, Selasa (4/8) kemarin.


Berdasarkan hasil pemantauan sementara di lapangan, pihak kepolisian mencatat bahwa persediaan BBM di beberapa SPBU sebenarnya relatif mencukupi. Meski demikian, kepadatan kendaraan diduga dipicu oleh ketidaksesuaian antara jam operasional SPBU dan waktu puncak aktivitas masyarakat.


“Dari hasil monitoring, ada beberapa jam operasional SPBU yang mungkin tidak sesuai dengan jam aktivitas masyarakat, sehingga kemarin sempat menimbulkan kepadatan antrean,” jelas Kapolres usai memantau langsung kondisi di beberapa lokasi.


Menanggapi spekulasi dan isu masyarakat mengenai dugaan keberadaan mafia BBM di wilayah Lombok Timur, AKBP Ariakta menegaskan bahwa kepolisian belum mengambil kesimpulan secara prematur. Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab pasti penumpukan kendaraan tersebut.


“Kalau terkait mafia, kami masih belum bisa menyimpulkan. Yang jelas, kami masih menelusuri apa penyebab pasti hingga terjadi penumpukan kendaraan,” tegasnya.


Polres Lombok Timur memastikan akan terus memperketat pengawasan serta meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk menjamin kelancaran distribusi BBM dan mengantisipasi potensi kecurangan yang merugikan publik.


Di akhir penjelasannya, Kapolres mengimbau agar warga tidak panik maupun melakukan pembelian BBM secara berlebihan (panic buying).


"Kita imbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan, sembari menunggu hasil penelusuran resmi dari pihak kepolisian terkait kondisi distribusi BBM di wilayah Lotim," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Antrean Panjang Kendaraan di SPBU, Polres Lombok Timur Turunkan Tim Cek Stok dan Jam Operasional

Trending Now