![]() |
| Akademi: Dosen dan pimpinan IAIH Pancor berpose bersama Guru Besar UIN KHAS Jember, (Foto: Istimewa/MP). |
Kegiatan ilmiah yang dihadiri jajaran dosen dan pimpinan IAIH Pancor tersebut bertujuan untuk mengasah profesionalisme tenaga pendidik dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus merevitalisasi spirit nilai-nilai perjuangan pendiri Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd., menyampaikan bahwa warisan intelektual dan spiritual Maulana Syaikh merupakan pijakan utama bagi pengembangan kampus. Menurutnya, Maulana Syaikh bukan sekadar sosok ulama dan mursyid, melainkan juga pejuang dan ilmuwan yang menanamkan fondasi kokoh bagi dunia pendidikan.
"Nilai-nilai perjuangan dan nilai-nilai akademik yang ditinggalkan Maulana Syaikh sangat lengkap untuk kita kaji dan kita tiru dalam menjalani profesi sebagai seorang dosen," ujar Abdul Hayyi saat membuka forum secara resmi.
Ia menegaskan, keberadaan nama Hamzanwadi membawa tanggung jawab besar dalam menjaga reputasi keislaman dan keindonesiaan. Oleh karena itu, menghidupkan tradisi belajar yang konsisten menjadi cara nyata civitas akademika dalam melanjutkan rekam jejak perjuangan almarhum pendiri.
Guna memperkaya wawasan metodologis dan manajemen pendidikan Islam, IAIH Pancor menghadirkan Guru Besar UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Muhammad Husnur Rofiq, M.Pd. Dalam pemaparannya, Rektor IAIN Jember periode 2004–2012 tersebut menggarisbawahi pentingnya budaya literasi serta pembaruan pengetahuan secara berkelanjutan bagi para dosen.
Prof. Husnur Rofiq menilai bahwa semangat juang Hamzanwadi dapat menjadi motor penggerak transformasi internal dosen IAIH Pancor untuk terus meningkatkan mutu akademik dan pengabdian masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Pascasarjana IAIH Pancor, Prof. Dr. Muhammad Taufik, M.Ag., mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam menjalankan tugas-tugas akademik. Ia menekankan bahwa profesi pendidik di perguruan tinggi memiliki dimensi spiritual yang luhur.
"Profesi dosen adalah bagian dari ibadah yang mulia, yakni mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat kepada sesama," kata Prof. Taufik.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas dosen secara otomatis akan memperluas manfaat ilmu pengetahuan, tidak hanya bagi para mahasiswa di ruang kuliah, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Rangkaian agenda ilmiah ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama resmi antara IAIH Pancor dan UIN KHAS Jember. MoU tersebut mencakup sinergi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, penguatan mutu riset, serta pengembangan kapasitas SDM antar-lembaga. Sebagai penutup prosesi, kedua pihak saling bertukar cenderamata sebagai simbol komitmen kolaborasi keilmuan secara berkelanjutan.

