Pusat Persemaian Mandalika Terus Diperkuat, BPDAS Dodokan Moyosari Dorong NTB Jadi Sentra Bibit Produktif ‎

Panca Nugraha
Senin, Agustus 31, 2026 | 15.00 WIB Last Updated 2026-08-31T07:01:23Z
‎Kepala BPDAS Dodokan Moyosari, Ir. Sigit Haryadi, S.Hut., M.Eng., M.Sc., saat meninjau Pusat Persemaian Mandalika. (FOTO : istimewa)

MANDALIKAPOST.com – Pusat Persemaian Mandalika di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, terus didorong menjadi salah satu pusat produksi bibit untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan sekaligus penghijauan di Nusa Tenggara Barat.

‎Persemaian yang dikelola Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Dodokan Moyosari tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bibit kegiatan rehabilitasi, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap berbagai jenis tanaman produktif.

‎Kepala BPDAS Dodokan Moyosari, Ir. Sigit Haryadi, S.Hut., M.Eng., M.Sc., mengatakan keberadaan Pusat Persemaian Mandalika menjadi bagian penting dalam memperkuat penyediaan bibit berkualitas di NTB.

‎Menurutnya, persemaian tersebut diposisikan sebagai pusat penyediaan bibit yang nantinya dapat mendukung berbagai kegiatan penanaman, baik yang dilakukan pemerintah, kelompok masyarakat maupun pihak lainnya.

‎“Pusat Persemaian Mandalika kita dorong menjadi salah satu pusat penyediaan bibit untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan serta penghijauan di NTB,” kata Sigit.

‎Sigit menjelaskan, pengelolaan persemaian tidak berhenti pada proses produksi bibit. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan bibit yang dihasilkan dapat tersalurkan dan ditanam pada lokasi yang tepat sehingga memberikan manfaat jangka panjang.

‎Karena itu, BPDAS Dodokan Moyosari terus memperkuat tata kelola persemaian, mulai dari produksi, pemeliharaan hingga pelayanan penyaluran bibit kepada masyarakat.

‎Pusat Persemaian Mandalika sendiri berada di kawasan Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Data BPDAS Dodokan Moyosari menyebutkan persemaian ini merupakan salah satu dari tiga persemaian yang dikelola balai, selain persemaian di Lombok Timur dan Dompu.

‎Pengembangan persemaian Mandalika juga memiliki arti strategis karena berada di kawasan pariwisata Mandalika. Selain mendukung kebutuhan penghijauan, keberadaan persemaian diharapkan ikut memperkuat fungsi ekologis kawasan dan lingkungan sekitarnya.

‎Sebelumnya, Pusat Persemaian Mandalika dirancang dengan kapasitas produksi yang besar. Pada 2025, produksi bibit ditargetkan mencapai sekitar 1,5 juta batang, meningkat dibandingkan produksi sekitar 1 juta batang pada 2024.

‎Dalam pengembangan jangka panjang, kapasitas persemaian ini bahkan diproyeksikan dapat mencapai jutaan bibit setiap tahun.

‎BPDAS Dodokan Moyosari juga terus membuka akses masyarakat untuk mendapatkan bibit secara resmi. Kanal layanan Pusat Persemaian Mandalika menyediakan informasi jenis bibit siap salur serta mekanisme permohonan bibit.

‎Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan menanam pohon sekaligus mendorong masyarakat menanam tanaman yang memiliki nilai ekologis maupun ekonomi.

‎Sigit menegaskan, keberhasilan persemaian pada akhirnya tidak hanya diukur dari berapa banyak bibit yang diproduksi.

‎“Yang paling penting bukan hanya bibitnya tersedia, tetapi bagaimana bibit tersebut ditanam dan dipelihara sehingga benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat,” ujarnya.

‎Ia berharap masyarakat, kelompok tani, pemerintah daerah, dunia usaha maupun komunitas dapat bersama-sama memanfaatkan keberadaan Pusat Persemaian Mandalika sebagai sumber bibit untuk memperkuat penghijauan dan rehabilitasi lingkungan di NTB.

‎Dengan penguatan produksi dan distribusi bibit tersebut, Pusat Persemaian Mandalika diharapkan tidak sekadar menjadi tempat pembibitan, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem penghijauan NTB yang melibatkan pemerintah dan masyarakat secara berkelanjutan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pusat Persemaian Mandalika Terus Diperkuat, BPDAS Dodokan Moyosari Dorong NTB Jadi Sentra Bibit Produktif ‎

Trending Now