Sulap Limbah Jadi Berkah: KKN Kolaboratif UNISDA, Institut Elkatarie, dan ICM Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi di Sembalun

Rosyidin S
Selasa, Agustus 04, 2026 | 07.42 WIB Last Updated 2026-08-03T23:42:34Z
Energi Desa: Antusias peserta mengikuti praktik pengolahan sampah menjadi energi terbarukan, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Dalam upaya menanggulangi masalah limbah sekaligus menciptakan kemandirian energi desa, KKN Kolaboratif Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan dan Institut Elkatarie bergandengan tangan dengan ICM Green Circular Community menyelenggarakan sosialisasi inovasi pengolahan sampah menjadi energi terbarukan.


Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk "Pengolahan Sampah Organik Menjadi Biogas dan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar melalui Teknologi Pirolisis sebagai Solusi Energi Ramah Lingkungan" ini digelar di Balai Desa Timba Gading, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Senin (3/8).


Sosialisasi ini difokuskan untuk mengedukasi masyarakat tentang potensi pemanfaatan sampah organik menjadi biogas melalui proses fermentasi anaerob, serta pengolahan limbah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan teknologi pirolisis. Langkah ini diharapkan mampu mengubah barang yang selama ini dianggap masalah lingkungan menjadi sumber daya berdaya guna dan bernilai ekonomi tinggi.


Acara tersebut dihadiri oleh warga Desa Timba Gading, jajaran perangkat desa, mahasiswa KKN Kolaboratif, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Dr. Irfan Azim, S.Kom., M.M. (akademisi dan praktisi ekonomi sirkular) serta Lalu Guguh Putraji (praktisi pengelolaan sampah dan energi terbarukan).


Dalam penyampaian materinya, Dr. Irfan Azim menekankan pentingnya mengintegrasikan pengelolaan sampah ke dalam strategi pembangunan desa berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular.


"Sampah bukan lagi beban, tetapi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Sampah organik dapat diolah menjadi biogas, sementara sampah plastik dapat dikonversi menjadi bahan bakar melalui teknologi pirolisis," ujar Irfan.


Ia juga menambahkan bahwa inovasi teknologi ini tidak hanya menekan angka pencemaran lingkungan, tetapi juga mendatangkan peluang usaha baru bagi warga setempat.


"Inovasi ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Perguruan tinggi harus hadir sebagai motor penggerak inovasi yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan dan energi," tegasnya.


Sementara itu, Lalu Guguh Putraji memaparkan teknis dan tahapan operasional dari pengolahan sampah menjadi energi tersebut. Guguh menjelaskan proses fermentasi limbah organik hingga menjadi biogas, serta memperkenalkan mekanika teknologi pirolisis proses pemanasan sampah plastik tanpa oksigen yang dapat mengonversinya menjadi bahan bakar cair, gas, dan residu karbon. Menurutnya, pirolisis menjadi salah satu solusi efektif untuk mengurai timbunan sampah plastik yang membandel.


Sesi diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Warga memanfaatkan momen tanya jawab untuk mengupas tuntas penerapannya di tingkat desa, termasuk potensi pembentukan unit usaha berbasis pengelolaan lingkungan hidup.


Melalui program kolaborasi ini, UNISDA Lamongan, Institut Elkatarie, dan ICM Green Circular Community berharap dapat memberikan langkah nyata dalam memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya desa mandiri energi di Lombok Timur, menekan tingkat pencemaran, serta memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sulap Limbah Jadi Berkah: KKN Kolaboratif UNISDA, Institut Elkatarie, dan ICM Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi di Sembalun

Trending Now